Tampilkan postingan dengan label pengenalan kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengenalan kampus. Tampilkan semua postingan

Selasa, September 08, 2009

Rekonstruksi .... dan Perjalanan Berbagi Ilmu (part 2)

-lanjutan dari postingan sebelumnya-

Ke Ciputat Berbagi Ilmu

Sepulang dari IPB, sebuah sms masuk ke hape saya. sebuah sms yang dikirim oleh Bang Fajar, ketua FUSI (LDF-nya Psiko UI) isinya menginformasikan akan adanya kunjungan FUSI tuk bertukar ilmu mengenai menejemen da’wah di fakultas dengan “FUSI”nya Psikologi UIN. Saya pun memutuskan untuk turut serta dalam kunjungan ini.

Esoknya, kita berangkat dari Akademos sekitar jam 9, dengan tak lupa mempersiapkan terlebih dahulu kado yang akan ditukarkan dengan rekan-rekan mahasiswa LDF Psikologi UIN di sana. Ternyata untuk mencapai kampus UIN di Ciputat sana, tidaklah sulit. Dari Depok cukup naik bus jurusan Lebak Bulus kemudian naik lagi angkutan kota (angkot), tapi lupa angkot nomor berapa.. hehe.. dan dalam jarak 2 kilometer dari terminal Lebak Bulus, sampailah kita di kampus UIN di Ciputat. Kampus UIN sendiri terdiri dari 2 bagian. Kalau kita anggap kampus yang pas di pinggir jalan raya adalah kampus 1, maka Fakultas Psikologi-nya terletak di kampus 2 yang di seberang kampus 1 tapi agak masuk ke dalem lagi. Di kampus 2 ini selain ada fakultas Psikologi juga ada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta kampus untuk program pasca sarjana.

Setibanya di kampus Fakultas Psikologi UIN, kami (rombongan dari FUSI Psiko UI) disambut dengan spesial, termasuk menghadirkan wakil dekan bidang kemahasiswaan untuk memberikan sambutan. Ibu wakil dekan bidang kemahasiswaan ini bernama Ibu Zahrotunnihayah. Beliau yang ternyata lulusan Psikologi UI ini ketika diberikan kesempatan menyampaikan sambutan sedikit berguyon mengenai singkatan UI dan UIN. Beliau mengatakan bahwa UI dan UIN sama-sama “UI”, hanya saja UIN adalah UI yang “Negeri”. Jadi, yang ada di Ciputat itu “UI Negeri”, sementara yang di Depok bukan.. Swasta donk.. (Ya bisa jadi kalo “BOP”-nya tidak “B” [berkeadilan]) Hehehe..

Setelah prosesi penyambutan plus sedikit tausiyah dari seorang da’i di UIN tentang ukhuwah dalam Islam yang memakan waktu hingga menjelang zuhur, yang kemudian dilanjutkan dengan sholat berjamaah lalu makan siang bersama, tibalah waktunya untuk sharing ilmu soal menejemen kegiatan da’wah di fakultas. Kegiatan ini diawali dengan rekan-rekan LDF Psiko UIN yang mempresentasikan seluk beluk lembaga mereka, termasuk bagaimana koordinasinya dengan lembaga da’wah se-kampus. Setelah itu baru presentasi dari FUSI Psiko UI.

Presentsi dari rekan-rekan Psiko UIN ini dibawakan oleh ketua KOMDA-nya.. (siapa ya namanya.. duh.. lupa nih.. hehe ) Apa itu KOMDA? KOMDA ini kepanjangan dari Komisariat Dakwah. LDF di UIN disebut komisariat da’wah karena antara tiap LDF dengan LDK terdapat garis komando. Hal ini berbeda dengan UI yang antara LDF dengan LDK (Salam UI) hanya terdapat garis koordinasi. Singkatnya, di UIN itu LDK berhak mengintervensi kebijakan LDF, sementara di UI tidak. Tapi bisa saling koordinasi untuk bekerja sama mencapai terget-terget tertentu. Gitu lho..


to be continued.. (lagi..)



Senin, Januari 26, 2009

BALAPAN untuk Meraih Masa Depan


Sabtu, 24 Januari 2009 sekitar pukul 8 pagi. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berkumpul di halaman depan ruang kepala sekolah SMA Negeri 1 Bogor (smansa). Lengkap dengan atribut berupa jaket almamter dari perguruan tinggi masing-masing serta pengeras suara, berbagai seruan mereka sampaikan untuk sekolah yang menjadi almamater mereka ini.. Tak perlu khawatir, karena ini bukan aksi untuk menuntut pengunduran salah satu pihak yang ada di sekolah ini. Bukan pula demonstrasi untuk menentang salah satu kebijakan sekolah yang sama sekali tidak populer. Apa yang terjadi di hari sabtu pagi itu hanyalah rangkain persiapan panitia acara BALAPAN, Bajigur Plin-plan Peduli Masa Depan.
Bajigur Plin-Plan Peduli Masa Depan atau BALAPAN ini merupakan suatu kegiatan pengenalan lingkungan dan kehidupan kampus berikut informasi tentang fakultas, jurusan dan berbagai macam pendidikan yang diberikan oleh perguruan-perguruan tinggi yang ada di Indonesia, terutama perguruan tinggi dimana ada alumni smansa yang belajar di sana. Acara ini sendiri diselenggarakan oleh kami (termasuk saya juga, lho! hehe..) alumni smansa angkatan 2008. Oh ya, mungkin ada sebagian pembaca yang agak bingung kenapa sejenis minuman yang begitu nikmat diminum saat udara dingin (bajigur) bisa mengadakan suatu acara pengenalan kampus. Tentunya “bajigur” disini bukanlah “bajigur” dalam makna harfiahnya.. (ya iyalah..!!) “Bajigur”, atau Bajigur Plin-Plan ini adalah “nama” dari angkatan yang masuk smansa pada tahun 2005 dan akhirnya lulus 100% pada tahun 2008, yang akhirnya di sela-sela liburan semester dan ujian semester (bagi teman-teman Bajigur yang ada di IPB) dapat menyelenggarakan acara ini. Kalau ada pertanyaan lagi, kenapa dinamakan bajigur? Tanyakan saja jawabannya pada yang nge-MOS waktu itu, hahaha..!
(Kembali ke alur pembicaraan yang benar) Acara pengenalan kampus semacam ini bukanlah yang pertama diadakan di smansa. Tahun lalu, awal 2008, alumni smansa angkatan 2007 juga mengadakan acara serupa dengan tajuk BOM WAKTU, Borok (nama angkatan 2007) On the Move Wanna Talk About University. Jika saat BOM WAKTU diselenggarakan oleh angkatan Borok untuk angkatan Bajigur, maka acara kali ini acara yang diadakan adalah dari angkatan Bajigur untuk angkatan Gatot Kaca (adek kelasnya Bajigur..).
Kemudian, mungkin sebagian dari anda yang membaca tulisan ini akan bertanya lagi, kenapa sih kalian mau repot-repot ngadain acara kayak begini? Hahaha! Karena inilah salah satu bentuk “cinta” kami pada sekolah kami dan pada adek-adek kelas kami agar mereka tidak salah langkah dalam mempersiapkan masa depan mereka.. ciee.. Yah, apapun gombalan soal alasan ini, insya Allah acara ini semata-mata dimaksudkan untuk meraih ridho Allah dengan cara memberikan informasi semampunya kepada adek-adek kami agar mereka mampu meraih cita-citanya dan tidak salah langkah dalam mempersiapkan masa depannya.. Aamin.. hehehe..
Kemudian, bagaimana acara ini sendiri berlangsung? Yap! Karena visi dan misi dari acara BALAPAN ini mirip dengan BOM WAKTU, pada intinya apa yang hendak disampaikan pun sama, informasi umum selengkap mungkin tentang perguruan-perguruan tinggi yang dihuni anak-anak Bajigur. Rangkaian talkshow tentang kiat-kiat memilih jurusan dan perguruan tinggi yang ada pada BOM WAKTU tetap dipertahankan keberadaanya di acara BALAPAN ini. Sedikit gebrakan pada BALAPAN ini terdapat pada bagian pengenalan kampus dan jurusannya-nya. Jika saat BOM WAKTU stand-stand (berupa ruangan kelas) kampus yang ada dibagi menjadi stand-stand fakultas dan jurusan, misalnya stand kedokteran, stand psikologi, stand teknik, stand seni rupa dan desain, dsb. Dan tiap-tiap stand tersebut diisi oleh anak-anak Borok yang berbeda perguruan tapi sama fakultas atau jurusannya, maka di BALAPAN ini stand-stand kampus yang ada dibagi menjadi stand-stand perguruan tinggi. Maka terdapatlah 9 stand yang dibagi berdasarkan jumlah anak Bajigur yang ada di perguruan tinggi tersebut. Kesembilan stand itu adalah: stand IPB, stand “universitas Jawa”, stand UNPAD, stand “D-3”, stand UGM, stand “PTS”, stand ITB, stand “institut teknologi”, dan stand UI.
Kemudian, gebrakan lainnya adalah jika saat BOM WAKTU tiap peserta dibebaskan berpencar ke stand fakultas yang diminati masing-masing, pada BALAPAN ini peserta dibagi dalam kelompok berdasarkan kelasnya dan dengan ditemani dua orang tour guide peserta “diwajibkan” mengunjungi setiap stand yang ada. Kelompok-kelompok ini mengunjungi tiap stand dengan waktu di masing-masing stand selama 17 menit. Cukup singkat memang, dan mungkin belum semua informasi tergali dalam waktu sesingkat itu. Untungnya tiap stand menyediakan nomor contact person sehingga informasi lebih lanjut dapat peserta tanyakan di lain kesempatan (gebrakan baru juga nih.. hehe!). Dengan ini diharapkan wawasan para peserta tentang kampus-kampus serta jurusan-jurusan yang ada di tiap-tiap perguruan tinggi di Indonesia menjadi lebih luas, dan mereka memiliki banyak alternatif pilihan “jalan” dalam mencapai cita-citanya.

Akhir kata, sebagai orang yang juga terlibat dalam penyelenggaraan acara ini (meskipun cuma tour guide..) saya ingin menyampaikan bahwa semoga teman-teman Gatot Kaca dapat meraih apa yang dicita-citakannya. Semoga kalian dapat terus mengharumkan nama smansa kita tercinta, semoga kalian mampu membahagiakan orang-orang yang kalian sayangi, dan semoga melalui kalian-kalian inilah Indonesia bisa bangkit menjadi bangsa yang lebih maju. Jangan pernah menyerah dalam berusaha dan yakinlah bahwa Allah akan selalu menunjukkan jalan yang terbaik bagi kalian.. Semoga sukses! Dan jangan lupa lanjutkan tradisi positif dari penyelenggaraan acara Balapan ini.. hehehe...