Tampilkan postingan dengan label smansa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smansa. Tampilkan semua postingan

Senin, Juni 08, 2009

Cerita Tentang Belajar dan Peluang Kerja di Bidang Psikologi

Hmm.. sedikit mau berbagi cerita (alias curhat) saja berkaitan dengan sebuah pengalaman yang alami. Pengalaman yang mungkin bisa menjadi bahan renungan juga, khususnya untuk saya dan mungkin juga mahasiswa jurusan psikologi yang lain, karena yang saya alami adalah pertanyaan dari seorang murid kelas X sma tentang peluang atau prospek kerja dari seorang sarjana psikologi. Yah, pertanyaan yang menurut saya wajar muncul dari seorang anak yang mencoba membuat peta besar dari kehidupannya kelak (cita-cita pekerjaan di masa depan), namun tetap perlu mendapat apresiasi tinggi karena umumnya (berdarkan hasil survei asal-asalan saya dari dulu..) siswa kelas x sma masih menjalani hidupnya dengan “go wherever wind blow”. Usaha untuk menjawab satu pertanyaan ini, dimana obrolan kecil itu akhirnya menjadi sebuah forum duduk melingkar dengan peserta sekitar 7-8 siswa kelas x termasuk saya, saya rasakan sedikit menegur saya terutama berkaitan dengan apa yang hendak saya lakukan setelah lulus sarjana psikologi. Hueh.. inilah rangkaian kisahnya...

Peristiwa ini terjadi hari Jumat, 5 Juni, lalu. Seperti biasa, hari Jumat menjadi hari untuk menjalankan amanah menjadi seorang pembimbing atau pembina (yang membina[sakan].. hehe!) diskusi tema-tema keislaman bersama siswa-siswa kelas x sma. Kebetulan Jumat lalu merupakan hari masuk sekolah (kbm) terakhir sebelum ulangan semester di hari senin pekan berikutnya. Jadi untuk diskusi saat itu, saya berencana melakukan sharing antar anggota diskusi (terutama dengan siswa kelas X3, yang saya “pegang”) tentang kiat-kiat sukses dalam menghadapi ujian, tes, atau ulangan serta membahas sedikit tentang “prinsip-prinsip belajar dalam Al-Quran” dari buku “Al-Quran dan Psikologi” yang ditulis oleh Muhammad Usman Najati (thanks to akh Fajar atas bukunya). Intinya sih untuk memberikan “suntikan” motivasi bagi mereka dalam menghadapi ulangan semester ini. Seperti biasa, manusia boleh menyusun rencana tapi Allah lahh yang akan menentukan, dan ketetapan Allah lah yang memang terbaik untuk mahluk-Nya. Ternyata situasi di lapangan sulit mewujudkan rencana tadi. Ya sudah, jadinya dimulai dengan forum kecil, berempat dengan saya, kita coba ngobrolin berbagai hal seputar dunia pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Kebetulan diantara 4 orang tadi ada pula teman yang terhitung masih kelas XII dan masih bersiap menyambut “dunia baru” yang akan segera dihadapinya (ni orang udah dapet PMDK ke UI jurusan teknik elektro).
Dengan ditemani sebungkus wafer rasa keju (isi 8 wafer.. [serius isinya memang 8, tiada tendensi maupun maksud apapun.. hehe..]) obrolan pun mengalir hangat dan akrab. Mulai dari kisah-kisah “garing” dan sedikit lawakan yang memaksa kami untuk saling tertawa (tragis!) hingga cerita tentang point-point menarik dari sebuah buku pembangun motivasi yang bertemakan sukeses dengan berpikir “out of the box” (tapi lupa judul bukunya apa). Sampai akhirnya pertanyaan tentang mengapa akhirnya saya memilih untuk kuliah di jurusan psikologi yang akhirnya memicu munculnya pertanyaan “ aa’ (sunda: kakak), emang peluang kerja lulusan psikologi tuh apa aja?”. Tanpa disadari forum kecil itu telah meluas. Dalam lingkaran itu kini ada sekitar 8 orang. Orang-orang yang menyusul bergabung tadi adalah anak-anak kelas x juga yang sejak obrolan kecil tadi dimulai memang telah “konkow” ada di sekitar kami.
Menjawab pertanyaan tentang alasan kenapa akhirnya memilih kuliah di jurusan psikologi membawa diri ini sedikit bernostalgia dengan masa lalu. Jadi ingat saat-saat di mana diri ini begitu terobsesi dengan pelajaran biologi, terutama setelah membaca buku-buku Harun Yahya (sekitar saat masih kelas X sma), dan akhirnya pernah bercita-cita menjadi seorang ahli biologi (dibuktikan dengan memilih melanjutkan ke program ipa di kelas xi, meskipun nilai mipa selain biologi dan kimia begitu “mengenaskan”). Namun, ternyata belakangan saya ketahui ada keunikan pada mata saya yang tidak memungkinkan saya untuk menjadi ahli biologi secara formal. Rencana dibalik ketetapan Yang Maha Kuasa memang indah. “Kedua mata” ini akhirnya “menuntun” saya di kelas xii untuk memutuskan “banting stir” saat kuliah nanti dengan masuk ke jurusan sosial-humaniora dan akhirnya memilih psikologi sebagai “next destination” saya. Ternyata memang inilah jalan yang indah untuk saya lalui. (Duh.. jadi curhat gini..^^).
Kembali ke perbincangan tentang prospek kerja di bidang psikologi. “Adik-adik” saya ini pun sempat mengajukan pertanyaan berkaitan dengan “psikolog” dan “psikiater”. Saya pun menjawabnya dengan mengatakan bahwa psikiater adalah dokter yang kemudian mempelajari ilmu kejiwaan. Sehingga dalam terapi yang mereka berikan mereka boleh menggunakan obat-obatan tertentu. Berbeda dengan psikolog yang merupakan lulusan magister profesi psikologi yang terapinya lebih ke arah pembentukan tingkah laku dari si pasien. Oh ya, berkaitan dengan penggunaan obat-obatan oleh psikiater, ternyata salah seorang diantara ‘adik-adik” saya ini ada yang nyeletuk (dengan nada kesel-ngeremehin) “ah, obat-obatnya itu obat bohongan tau..” (menyimpulkan bahwa obat tersebut tidak punya efek medis sama-sekali). Haha! Saya pun sedikit tertawa, sambil dalam hati bertanya “benarkah kenyataanya seperti itu?”. Kemudian saya terangkan sedikit kepada mereka bahwa itu adalah “placebo effect” yatu mensugesti si pasien dengan suatu “janji” tentang khasiat tertentu dari suatu bahan, padahal bahan yang dimaksud tidak mengandung khasiat apapun secara medis. Hehehe...

Seakan masih “haus darah”, anak-anak muda penuh rasa ingin tahu (tapi tempe nggak deh.. ) ini pun kembali berkicau.. “trus, lulusan S1 kerjanya apaan a’?” Hmm.. ini nih pertanyaan yang cukup “nonjok ati”, membuat diri ini seakan diingatkan untuk berpikir “nanti setelah lulus mau ngapain.. (mau kerja apa, dimana?)”. Yah, memang sih saya akui bahwa “plan A” sejauh ini, yaitu setelah lulus sarjana adalah meneruskan ke program S2 dengan beasiswa (insya Allah.. Aamin!), membuat fokus pikiran saya hanya bagaimana mendapatkan beasiswa tersebut. Perihal jika “diharuskan” kerja terlebih dahulu memang agak tidak saya pikir mendalam. Jadi agak bingung juga deh untuk menjawab pertanyaan mengenai prospek kerja dari sarjana psikologi ini. But.. akhirnya pertanyaan tersebut saya jawab dengan nyeletuk.. “rental!” (sambil gaya serius padahal main-main). Mereka pun shock dan berkata “hah! Parah! Serius?!”. Dan saya jawab lagi.. “haha! Ya nggaklah..” (maksudnya peluang kerja lulusan psikologi itu lebih luas lagi, tidak cuma jadi penjaga rental.. hehe.. parah nih, mentang-mentang juga punya obsesi mendirikan sebuah bisnis warnet..-_-). Jawaban agak serius kemudian saya berikan (dengan diawali sedikit ngemeng.. hehe..).. “..gini.. psikologi itu nanti cabangnya ada banyak.. (berdasarkan peminatan yang ada di S1 psikologi UI) ada psikologi klinis, psikologi industri dan organisasi, psikologi pendidikan, psikologi sosial, dan psikologi perkembangan. Jadi (intinya) sarjana psikologi itu bisa jadi konsultan untuk masing-masing bidang tersebut. Bisa juga jadi trainer (kayak Mario Teguh ataupun Ary Ginanjar gitu-gitu..), ada juga yang buka usaha outbond training (seperti pengalaman yang diceritakan oleh salah seorang senior yang sudah lulus), kerja di bagian HRD (human resources development) di suatu perusahaan termasuk bagian penyeleksi karyawan-karyawan yang mau masuk. Dll. Belum lagi ada survei yang menyatakan bahwa hampir 100% lulusan psikologi UI langsung diterima di lapangan kerja (survei ini diceritakan oleh seorang teman, entah valid atau tidak.. hehe.. dan kemudian salah seorang dari peserta obrolan ini, yang sudah kelas xii tadi meng-iya-kan hal tersebut). Jadi.. tak usah khawatirlah akan dunia kerja, lagipula lulusan psikologi itu “jiwa-jiwanya bebas” dan kreatif deh.. (pemikiran semprul diri sendiri..). hehehe...”

Yah, itulah sedikit obrolan yang kemudian, tepat setelah pembahasan tentang peluang kerja sarjana psikologi itu, sedikit demi sedikit bubar karena memang sudah agak sore jadi bebrpa diantara peserta forum ini ada yang izin pulang duluan. Yah.. semoga peristiwa ini menjadi suatu sinyal positif bahwa makin banyak ikhwan-ikhwan (lelaki-lelaki) yang tertarik dengan ilmu yang di UI sendiri fakultasnya didominasi oleh perempuan ini. Hehehe..
Demikianlah kisah ini. By the way, apa aja sih peluang kerja bagi sarjana psikologi? (lho?! Jadi saya yang juga ikutan bertanya gini..?! hehe..)


Senin, Januari 26, 2009

BALAPAN untuk Meraih Masa Depan


Sabtu, 24 Januari 2009 sekitar pukul 8 pagi. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berkumpul di halaman depan ruang kepala sekolah SMA Negeri 1 Bogor (smansa). Lengkap dengan atribut berupa jaket almamter dari perguruan tinggi masing-masing serta pengeras suara, berbagai seruan mereka sampaikan untuk sekolah yang menjadi almamater mereka ini.. Tak perlu khawatir, karena ini bukan aksi untuk menuntut pengunduran salah satu pihak yang ada di sekolah ini. Bukan pula demonstrasi untuk menentang salah satu kebijakan sekolah yang sama sekali tidak populer. Apa yang terjadi di hari sabtu pagi itu hanyalah rangkain persiapan panitia acara BALAPAN, Bajigur Plin-plan Peduli Masa Depan.
Bajigur Plin-Plan Peduli Masa Depan atau BALAPAN ini merupakan suatu kegiatan pengenalan lingkungan dan kehidupan kampus berikut informasi tentang fakultas, jurusan dan berbagai macam pendidikan yang diberikan oleh perguruan-perguruan tinggi yang ada di Indonesia, terutama perguruan tinggi dimana ada alumni smansa yang belajar di sana. Acara ini sendiri diselenggarakan oleh kami (termasuk saya juga, lho! hehe..) alumni smansa angkatan 2008. Oh ya, mungkin ada sebagian pembaca yang agak bingung kenapa sejenis minuman yang begitu nikmat diminum saat udara dingin (bajigur) bisa mengadakan suatu acara pengenalan kampus. Tentunya “bajigur” disini bukanlah “bajigur” dalam makna harfiahnya.. (ya iyalah..!!) “Bajigur”, atau Bajigur Plin-Plan ini adalah “nama” dari angkatan yang masuk smansa pada tahun 2005 dan akhirnya lulus 100% pada tahun 2008, yang akhirnya di sela-sela liburan semester dan ujian semester (bagi teman-teman Bajigur yang ada di IPB) dapat menyelenggarakan acara ini. Kalau ada pertanyaan lagi, kenapa dinamakan bajigur? Tanyakan saja jawabannya pada yang nge-MOS waktu itu, hahaha..!
(Kembali ke alur pembicaraan yang benar) Acara pengenalan kampus semacam ini bukanlah yang pertama diadakan di smansa. Tahun lalu, awal 2008, alumni smansa angkatan 2007 juga mengadakan acara serupa dengan tajuk BOM WAKTU, Borok (nama angkatan 2007) On the Move Wanna Talk About University. Jika saat BOM WAKTU diselenggarakan oleh angkatan Borok untuk angkatan Bajigur, maka acara kali ini acara yang diadakan adalah dari angkatan Bajigur untuk angkatan Gatot Kaca (adek kelasnya Bajigur..).
Kemudian, mungkin sebagian dari anda yang membaca tulisan ini akan bertanya lagi, kenapa sih kalian mau repot-repot ngadain acara kayak begini? Hahaha! Karena inilah salah satu bentuk “cinta” kami pada sekolah kami dan pada adek-adek kelas kami agar mereka tidak salah langkah dalam mempersiapkan masa depan mereka.. ciee.. Yah, apapun gombalan soal alasan ini, insya Allah acara ini semata-mata dimaksudkan untuk meraih ridho Allah dengan cara memberikan informasi semampunya kepada adek-adek kami agar mereka mampu meraih cita-citanya dan tidak salah langkah dalam mempersiapkan masa depannya.. Aamin.. hehehe..
Kemudian, bagaimana acara ini sendiri berlangsung? Yap! Karena visi dan misi dari acara BALAPAN ini mirip dengan BOM WAKTU, pada intinya apa yang hendak disampaikan pun sama, informasi umum selengkap mungkin tentang perguruan-perguruan tinggi yang dihuni anak-anak Bajigur. Rangkaian talkshow tentang kiat-kiat memilih jurusan dan perguruan tinggi yang ada pada BOM WAKTU tetap dipertahankan keberadaanya di acara BALAPAN ini. Sedikit gebrakan pada BALAPAN ini terdapat pada bagian pengenalan kampus dan jurusannya-nya. Jika saat BOM WAKTU stand-stand (berupa ruangan kelas) kampus yang ada dibagi menjadi stand-stand fakultas dan jurusan, misalnya stand kedokteran, stand psikologi, stand teknik, stand seni rupa dan desain, dsb. Dan tiap-tiap stand tersebut diisi oleh anak-anak Borok yang berbeda perguruan tapi sama fakultas atau jurusannya, maka di BALAPAN ini stand-stand kampus yang ada dibagi menjadi stand-stand perguruan tinggi. Maka terdapatlah 9 stand yang dibagi berdasarkan jumlah anak Bajigur yang ada di perguruan tinggi tersebut. Kesembilan stand itu adalah: stand IPB, stand “universitas Jawa”, stand UNPAD, stand “D-3”, stand UGM, stand “PTS”, stand ITB, stand “institut teknologi”, dan stand UI.
Kemudian, gebrakan lainnya adalah jika saat BOM WAKTU tiap peserta dibebaskan berpencar ke stand fakultas yang diminati masing-masing, pada BALAPAN ini peserta dibagi dalam kelompok berdasarkan kelasnya dan dengan ditemani dua orang tour guide peserta “diwajibkan” mengunjungi setiap stand yang ada. Kelompok-kelompok ini mengunjungi tiap stand dengan waktu di masing-masing stand selama 17 menit. Cukup singkat memang, dan mungkin belum semua informasi tergali dalam waktu sesingkat itu. Untungnya tiap stand menyediakan nomor contact person sehingga informasi lebih lanjut dapat peserta tanyakan di lain kesempatan (gebrakan baru juga nih.. hehe!). Dengan ini diharapkan wawasan para peserta tentang kampus-kampus serta jurusan-jurusan yang ada di tiap-tiap perguruan tinggi di Indonesia menjadi lebih luas, dan mereka memiliki banyak alternatif pilihan “jalan” dalam mencapai cita-citanya.

Akhir kata, sebagai orang yang juga terlibat dalam penyelenggaraan acara ini (meskipun cuma tour guide..) saya ingin menyampaikan bahwa semoga teman-teman Gatot Kaca dapat meraih apa yang dicita-citakannya. Semoga kalian dapat terus mengharumkan nama smansa kita tercinta, semoga kalian mampu membahagiakan orang-orang yang kalian sayangi, dan semoga melalui kalian-kalian inilah Indonesia bisa bangkit menjadi bangsa yang lebih maju. Jangan pernah menyerah dalam berusaha dan yakinlah bahwa Allah akan selalu menunjukkan jalan yang terbaik bagi kalian.. Semoga sukses! Dan jangan lupa lanjutkan tradisi positif dari penyelenggaraan acara Balapan ini.. hehehe...

Minggu, Agustus 03, 2008

Pembekalan Dunia Kampus dengan IT...

Alhamdulillah, ternyata di smansa itu banyak orang baik. Buktinya, Aa-Teteh dari angkatan yang sudah lulus (alumni) lebih dulu dari saya masih rela mengadakan suatu acara bertema pembekalan dunia kampus (kuliah) kepada kami, angkatan yang baru saja lulus, Bajigur plin-plan! Ya! Nama acaranya IT, Integrated Training!
Nah, melalui tulisan ini saya akan berbagi cerita mengenai acara yang diadakan Sabtu-Minggu, 26-27 Juli 2008 di Saung Wira, Ciawi, Bogor. Selamat membaca!

Integrated Training

Secara harfiah, integrated training berarti pleatihan secara terpadu. Jadi dalam acara ini kami, para peserta, tidak hanya mendapat materi pembekalan kehidupan kampus tapi juga tentang tarbiyah dan tentang Forkom Alims. Dengan ditambah acara muhasabah yang kotor-kotoran, game-game yang melatih kerjasama serta kekompakan dalam tim, juga acara yang menjadi acara inti bagi peserta ikhwan, main bola, acara ini meninggalkan kesan tersendiri bagi kami yang mengikutinya (halah!). Pokoknya, seru lah! Nggak nyesel ngerogoh kocek Rp.15.000 di tengah hiperinflasi yang sedang melanda Zimbabwe saat itu. (lho?! Apa hubungannya..??)
Supaya tulisan ini juga dapat berbagi ilmu, berikut sekilas materi-materi yang disampaikan dalam IT;

Pembekalan Kampus
Yap! Inilah materi paling ditunggu oleh saya, pembekalan tentang kehidupan kampus. Secara gitu waktu itu saya masih blank tentang kehidupan kampus karena belum pasti bakal kuliah di mana (kan waktu itu masih nunggu pengumuman snmptn), sementara sebagian besar teman yang ikut tu yang udah keterima di beberapa PTN negeri top di Indonesia dan sudah ada kegiatan-kegiatan seperti pra-ospeknya gitu..
Dan dari pemberian materi “Pembekalan Kampus” ini dapat saya simpulkan bahwa kehidupan kampus itu berbeda dengan kehidupan SMA. Baik dari sisi kehidupan akademis maupun kehidupan sosial sebagai mahasiswa. Dari segi akademis perbedaan terletak di sistem pendidikan, karena di kampus nanti sistem yang dipakai itu sistem SKS, sistem kredit semester, seperti apa penjelasannya? Di lain waktu aja ya.. hehe..
Bagaimana dengan kehidupan sebagai mahasiswa? Hmm.. mungkin ini yang perlu diwaspadai. Dengan makin luasnya pergaulan dan makin beregamnya sifat, perilaku, dan latar belakang kehidupan teman-teman kita nanti, maka alumni pengisi materi tentang kehidupan kampus ini, A’Fahmi kalau tidak salah namanya, berkata “Bohong bila jati diri ditentukan waktu SMA! Jati diri kalian yang sesungguhnya akan terbentauk nanti, di kampus kalian!” beuh..! Kemudian ada satu prinsip penting yang harus kita pegang teguh dalam bergaul di dunia kampus nanti, “berbaur tapi tidak melebur”, maksudnya bergaulah dengan siapapun tanpa pandang bulu, tapi jangan sampai kehilangan identitas baik atau nilai-nilai positif yang sudah kita pegang sebelumnya. Jangan sampai kita ikut gila karena kita juga bergaul dengan orang gila, begitulah kira-kira...
Lalu, masih tentang kehidupan kampus, A’Fahmi juga sedikit menjelaskan tentang kehidupan ekstrakulikuler di kampus pada umumnya, karena biasanya di tiap fakultas itu berbeda-beda. Seperti, kalau di kampus itu OSIS-nya barwujud BEM (badan eksekutif mahasiswa) lalu kegiatan ekstrakulikuler seperti yang ada di sma di kampus namanya jadi UKM (unit kegiatan mahasiswa) dan HIMPRO (himpunan mahasiswa profesi). Bedanya UKM dengan HIMPRO apa? Ya... himpro itu bisa dibilang kegaitannya lebih ke arah profesi-profesi tertentu di masyarakat yang sesuai dengan fakultas di mana kita berada. Getoo...
Oh ya, yang juga perlu diperhatikan dalam kehidupan kampus ialah tentang terdapatnya berbagai ideologi-ideologi maupun aliran-aliran dari ajaran tertentu yang dikhawatirkan menyimpang dari kaidah yang seharusnya. Untuk masalah ini kita harus berkonsultasi dengan mentor, guru agama, atau orang yang kita yakini pemahaman agamanya baik dan tidak akan menyesatkan kita. Jadi, wapadalah..! semoga Allah selalu melindungi kita..

Materi lainnya...
Waduh... sebenernya masih ada materi lain yang disampaikan dalam IT ini, yaitu tentang tarbiyah dan Pengenalan ForkomAlims, namun karena mentok dengan dateline (halah!) sepertinya hanya tentang pembekalan kampus saja yang bisa saya ceritakan dalam kesempatan ini. Untuk materi tarbiyah mungkin akan saya coba kaji lagi dan saya tuangkan dalam blog ini di kesempatan lain. Sementara tentang Forkom (lengkapnya Forkom Alims), saya ceritakan secra singkat saja bahwa fokom ini adalah Forum komunikasi dari alumni smansa Bogor yang bergerak dalam bidang pembinaan keislaman bagi siswa-siswi smansa dengan tujuan terwujudnya kehidupan yang islami di smansa Bogor melalui kegiatan-kegiatan seperti mentoring, IT, dan berbagai kegiatan pengembangan diri dan wawasan keislaman lainnya.

Aah... sekian dulu ya!
Wassalamualaikum.
(23.15_080802)