Selasa, Januari 05, 2010

Farewell…

Saat langit gelap karena rembulan tertutup cadar kelabu awan-awan
Kuberdiri mematung menatap meratap
Menyendiri bersama gemuruh dalam diri
Andai bisa jiwa ini bersuara
Maka jiwa ini akan berteriak..

Mengapa luka baru terasa setelah pisau membelah raga
Mengapa air mata baru jatuh saat duka telah lewat masa
Mengapa diri ini justru berkhianat saat cinta bersemi dalam jiwa
Mengapa..?

Apakah gerangan yang sebenarnya terjadi?
Mimpi indah mengawali perputaran masa
Namun ayat-ayat duka menghiasi lembaran cerita..

Adakah hati yang kurang tulus dalam menjalankan titah yang mulia?
Ataukah kekosongan akal menjadi awal petaka?
Tak kutemukan jawabnya…
Yang jelas, jiwa raga ini tersiksa
Kasih pun terluka..

Maafkan aku..
Bukannya aku hendak lari saat purnama kembali sesuai janji,
Bukannya aku tega menyakiti saat kau cemas menanti

Percayalah, tanpa ku kau tetap bisa berlari
Percayalah bahwa mimpi ini tak akan pernah mati,
Dan berusahalah agar tanpa ku mimpimu takkan berhenti
Karena di sini, meskipun aku tertusuk ribuan duri
Meskipun jiwaku nyaris mati,
Aku pun aku sedang membangun mimpi
Mimpi kita bersama, tentang dunia dimana kelak bunga-bunga indah bersemi..

Roda masa kembali berputar
Langit biru kembali bersinar..
Walau awan kelabu kelak kan datang,
Berjanjilah sayap-sayap ini tidak akan rela dipatahkan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar