Jumat, Desember 05, 2008

Be Thankful...

Be thankful that you don't already have everything you desire,
if you did, what would there be to look forward to?

Be thankful that you don't know something,

it gives you opportunity to learn

Be thankful for the difficult times,

during those times you grow

Be thankful for your limitations,
because they give you oppurtunities for improvement

Be thankful for each new challange,
because it will build your strength and character

Be thankful for your mistakes,
they will teach you valuable lessons

Be thankful when you tired and weary,
because it means you've made a difference,

it's easy to be thankful for the good things,
a life of rich fullfilment comes to those who are also thankful for they setbacks,

gratitude can turn a negative into positive,
find a way to be thankful for your troubles... and they will become your blesing...

---
dikutip dari:
Hidup Untuk Hidup, Masrukhul Amri; DAR MIzan

Rabu, November 26, 2008

Let’s Blogging for Society!

Catatan Perjalanan dari Pesta Blogger 08 (part I)
Sabtu, 22 november 2008 lalu menjadi salah satu hari yang menarik bagi saya. Menarik karena saya bersama seorang teman satu kampus, Azhari, mendapat kesempatan (dengan cara mendaftar secara on-line) untuk mengikuti sebuah acara gathering para blogger dari seluruh Indonesia; “Pesta Blogger 08; Blogging for Society”. Sebenarnya agak minder juga sih awalnya, karena yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah mungkin yang akan hadir di acara ini adalah para blogger sakti, yang blognya sudah punya (lebay) jutaan pengunjung... yang sudah canggih, baik content maupun desain, blognya.. yang blognya sudah bisa menghasilkan duit yang banyak.. yang blognya di-update tiap waktu.. yang blognya udah.. udah gila kali ye.. hehehe^^.. Yah, tapi apapun yang terjadi, apapun tipe blogger yang akan saya temui di sana, pede aja lah, toh acara ini bukan untuk pamer blog, tapi untuk saling sharing dan berbagi pengalaman, makanya, kami berdua tetap nekad mengikuti acara ini.. Berikut cuplikan dari perjalanan dan pengalaman kami mengikuti Pesta Blogger 08 ini..
Informasi tentang adanya acara kumpul bareng blogger se-Indonesia ini pertama kali saya dapat dari Azhari, seorang teman se-kampus, di sekitar awal bulan oktober. Tidak langsung meng-iya-kan juga sih, cuma.. ya, setidaknya interest dulu lah.. (kalo Azhari sih, semangat banget pengen ikut). Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan, analisis situasi, kondisi, juga risiko dan efek samping yang mungkin bisa timbul (?!), akhirnya saya putuskan untuk ikut. Singkat cerita, sampailah kami berdua di hari-H, kami berdua sepakat untuk berangkat bersama. Kami pun berangkat ke tempat acara ini berlangsung, gedung BPPT (Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi), jalan MH Tamrin, Jakarta, dengan menggunakan KRL. Berangkat dari stasiun UI sekitar pukul 8.30. Sebelumnya kami pikir untuk mencapai jalan MH Tamrin ini kami harus turun di stasiun Gambir, namun ternyata tidak ada KRL ekonomi yang berhenti di sana, maka kami putuskan untuk turun di stasiun Gondangdia dan melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum yang lain. Ternyata, setelah kami sampai di Gondangdia, kami tinggal jalan kaki sedikit (sedikit jauh maksudnya..) untuk sampai ke jalan MH Thamrin dan gedung BPPT. Singkat cerita, akhirnya duduklah kami dalam ruang auditorium BPPT di lantai 3, tempat “pesta” ini berlangsung.

Sekitar jam 10 acara ini dimulai dan dibuka oleh mc, Panji (pembawa acara “Kena deh!”) dan (?). Kemudian, seperti biasa, pembukaan diikuiti oleh sambutan-sambutan dari orang-orang penting di acara tersebut. Yang pertama memberi sambutan adalah “Ndoro Kakung”, sang ketua panitia. Dalam sambutan beliau kali ini, beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas semua pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini. Berikutnya, sambutan datang dari sorang bapak-bapak yang mengaku sebagai wakil dari menteri pariwisata, ?, yang tidak bisa hadir. Isi sambutan dari wakil menteri pariwisata ini ialah ajakan untuk mensukseskan tahun kunjungan pariwisata Indonesia 2008 (sukseskan “visit Indonesia year 2008” gitu..!). Selanjutnya, orang ketiga yang memberikan sambutan ialah Bapak Cahyana, selaku wakil Dirjen Kominfo. Agak unik menurut saya sambutan dari Bapak Cahyana ini, dia menyebutkan bahwa suasana yang terasa dalam acara pesta blogger seperti suasana dalam acara Sumpah Pemuda (emang ikut dulu pak? Hehe..) karena seakan-akan komunitas-komunitas blogger yang datang mewakli berbagai kota di Indonesia ini merepresentasikan wakil-wakil daerah yang hadir dalam Sumpah Pemuda 80 tahun lalu. Contohnya, komunitas blogger dari Kota Makassar (angingmamiri.org) beliau sebut sebagai “Jong Celebes”. Dan (akhirnya) sambutan terakhir datang dari Bapak Kusmayanto selaku menristek. Dalam pidatonya, bapak menristek ini mencoba mengulas sedikit tentang sejarah perkembangan blog dan beliaupun menyampaikan “quotes” dari bapak M. Nuh, bahwa “selama saya (Bapak M. Nuh) menjadi menteri, tidak akan ada blogger Indonesia yang ditangkap!...(mendengar ini semua peserta pesta blogger bersorak-sorai) selama dia tidak melanggar peraturan yang berlaku...(huuu..!)”. Oh ya, dalam kesempatan itu juga disinggung tentang kasus blog yang menampilkan komik “fitnah” tantang kisah Nabi Muhammad SAW. di suatu blog wordpress. Ya, nge-blog memang sarana bebas berekspresi, tapi jangan kelewatan sampe menyebarkan berita fitnah (sangat) tidak sedap yang mendiskreditkan suatu golongan tertentu donk! Harus ada etikanya dalam nge-blog! Jangan sampe kasus-kasus kekurangajaran seperti ini membuat pemerintah menetapkan batasan-batasan tertentu yang justru mematikan kreativitas positif blogger yang ada di negeri ini, betul! Dan kesempata tersebut disinggung pula peran Mas Enda (sensei-nya blogger Indonesia) sebagai orang pertama yang melaporkan hal ini ke pihak Wordpress dan akhirnya masalah ini ditengahi dengan keputusan pihak wordpress yang menutup situs kurang ajar tersebut...

to be continue...

Jumat, November 07, 2008

Siapa yang Menciptakan Kejahatan?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.” Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?” “Tentu saja,” jawab si Profesor. Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?” “Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya. Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas. Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”. Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.” Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.” Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?” Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.” Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.” Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein


---
Cerita ini saya dapatkan dari sebuah milist yang saya ikuti, [forkom_alims@yahoogroups.com], dengan teks asli berjudul "Apakah Tuhan Pencipta Segalanya, Termasuk Kejahatan?".
Bagaimana pendpat Anda tentang cerita ini?

Minggu, Oktober 26, 2008

Mengapa Tidak Puasa?

Minggu ini kita memasuki minggu terakhir bulan Oktober, yang kebetulan tahun ini datangnya bersamaan dengan bulan Syawal, sehingga kita pun hampir satu bulan lamanya meninggalkan bulan ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan ramadhan adalah bulan dimana umat islam di seluruh dunia (termasuk Indonesia) mendapat perintah untuk shaum (puasa) yaitu menahan diri, menahan gejolak hawa nafsu yang kita miliki dengan tidak makan dan minum, mengendalikan nafsu syahwat, mengendalikan emosi, dan sebagainya (lihat buku fiqh aja dah!) dari mulai waktu subuh (subuh lho! Bukan imsak!) hingga maghrib.
Latar belakang religus masyarakat Indonesia memang kuat (meskipun klenik juga). Kehidupan dengan latar yang religius memang tidak bisa dilepaskan dari masyarakat I
ndonesia. Sehingga, sedikit saja terjadi tindakan tertentu yang menyalahi atau bertentangan dengan perintah agama, ke-heboh-an bisa timbul. Dalam konteks bulan ramadhan ini, menurut saya yang paling membuat heboh ialah ketika di siang hari (apalagi di tengah teriknya sinar matahari, di saat-saat kritis, saat perut sedang lapar-laparnya, kerongkongan sedang haus-hausnya) kita melihat ada orang yang makan dan minum.. Beuh! Rasanya, begitu ingin kita menghampirinya, menegur¬nya! Lancang sekali, di saat orang sedang kelaparan dan kehausan, dia enak-enakan makan.. Apa yang menyebabkan ia melakukan itu? Banyak hal mungkin yang bisa menjadi alasannya, bisa rasional bisa tidak, bisa syar’i bisa tidak.
Nah, berikut ini ada sebuah cerpen tentang orang yang tidak melaksanakan shaum di bulan Ramadhan. Dalam cerpen ini ditampilkan sebuah alasan mengapa seseorang tidak melaksanakan puasa di bulan ramadhan. Alasan yang simpel mungkin. Tapi meskipun simpel, ini bisa menggelitik nurani kita yang selama ini hidup dalam kecukupan. Selain itu, cerpen ini juga akan memberikan yang membacanya perspektif lain dalam tentang mengapa seseorang tidak berpuasa, tentang apa alasan dibalik itu semua. Yah, selamat membaca aja deh! Oh ya, cerpen ini sa
ya dapat dari sebuah layanan berlangganan posting blog dari sebuah blog berisi cerpen, dan berikut alamat yang juga bisa diakses untuk membaca cerpen ini..
http://poetratandjung.sv.wordpress.com/2008/09/21/tak-perlu-ajari-kami-berpuasa/
mudah-mudahan dengan ikut menampilkan cerpen ini di blog tidak berarti saya “melanggar hak cipta” si pemilik ya! hehehehe...

ini dia cerpennya:

Tak Perlu Ajari Kami Berpuasa

Hari ke tiga di bulan ramadhan saya berkesempatan menumpang becak menuju rumah ibu. Sore itu, tak biasanya
udara begitu segar, angin lembut menerpa wajah dan rambutku. Namun kenikmatan itu tak berlangsung lama, keheninganku terusik dengan suara kunyahan dari belakang, “Abang becak …?”


Sementara tangan satunya tetap memegang kemudi. “Heeh, puasa-puasa begini seenaknya saja dia makan …,” gumamku.
Rasa penasaranku semakin menjadi ketika ia mengambil satu lagi pisang goreng dari kantong plastik yang disangkutkan di dekat kemudi becaknya, dan … untuk kedua kalinya saya menelan ludah menyaksikan pemandangan yang bisa dianggap tidak sopan dilakukan pada saat kebanyakan orang tengah berpuasa.
“mmm …, Abang muslim bukan? tanyaku ragu-ragu.
“Ya dik, saya muslim …” jawabnya terengah sambil terus mengayuh
“Tapi kenapa abang tidak puasa? abang tahu kan ini bulan ramadhan. Sebagai muslim seharusnya abang berpuasa. Kalau pun abang tidak berpuasa, setidaknya hormatilah orang yang berpuasa. Jadi abang jangan seenaknya saja makan di depan banyak orang yang berpuasa …” deras aliran kata keluar dari mulutku layaknya orang berceramah.
Tukang becak yang kutaksir berusia di atas empat puluh tahun itu menghentikan kunyahannya dan membiarkan sebagian pisang goreng itu masih menyumpal mulutnya. Sesaat kemudian ia berusaha menelannya sambil memperhatikan wajah garangku yang sejak tadi menghadap ke arahnya.
“Dua hari pertama puasa kemarin abang sakit dan tidak bisa narik becak. Jujur saja dik, abang memang tidak puasa hari ini karena pisang goreng ini makanan pertama abang sejak tiga hari ini.”
Tanpa memberikan kesempatan ku untuk memotongnya,
“Tak perlu ajari abang berpuasa, orang-orang seperti kami sudah tak asing lagi dengan puasa,” jelas bapak tukang becak itu.
“Maksud bapak?” mataku menerawang menunggu kalimat berikutnya.
“Dua hari pertama puasa, orang-orang berpuasa dengan sahur dan berbuka. Kami berpuasa tanpa sahur dan tanpa berbuka. Kebanyakan orang seperti adik berpuasa hanya sejak subuh hingga maghrib, sedangkan kami kadang harus tetap berpuasa hingga keesokan harinya …”
“Jadi …,” belum sempat kuteruskan kalimatku,
“Orang-orang berpuasa hanya di bulan ramadhan, padahal kami terus berpuasa tanpa peduli bulan ramadhan atau bukan …”
“Abang sejak siang tadi bingung dik mau makan dua potong pisang goreng ini, malu rasanya tidak berpuasa. Bukannya abang tidak menghormati orang yang berpuasa, tapi…” kalimatnya terhenti seiring dengan tibanya saya di tempat tujuan.
Sungguh. Saya jadi menyesal telah menceramahinya tadi. Tidak semestinya saya bersikap demikian kepadanya. Seharusnya saya bisa melihat lebih ke dalam, betapa ia pun harus menanggung malu untuk makan di saat orang-orang berpuasa demi mengganjal perut laparnya. Karena jika perutnya tak terganjal mungkin roda becak ini pun tak kan berputar …
Ah, kini seharusnya saya yang harus merasa malu dengan puasa saya sendiri? Bukankah salah satu hikmah puasa adalah kepedulian? Tapi kenapa orang-orang yang dekat dengan saya nampaknya luput dari perhatian dan kepedulian saya?
“Wah, nggak ada kembaliannya dik…”
“hmm, simpan saja buat sahur bapak besok ya …”

-----

Setelah membaca cerpen barusan, bagaimana tanggapan anda?
Yah, kalo dari sudut pandang ku secara pribadi sih, mungkin si penulis ingin menyampaikan bahwa tidak seharusnya kita secara sepihak menjudge seseorang yang tidak melakukan ibadah seperti yang kita laksanakan dengn judgement-judgement buruk atau negatif dan membuat seakan-akan kitalah pihak yang baik, yang suci, yang paling benar. Selalu ada alasan yang menjadi motif bagi tindakan yang dilakukan seseorang. Terlepas dari apakah alasan tersebut bisa diterima atau tidak, yang harusnya kita lakukan adalah tidak berperasangka buruk terlebih dahulu kepada orang tersebut dan cobalah ikut memberikan solusi bagi masalah yang dihadapinya. Seperti yang dilakukan tokoh “Aku” dalam cerpen tadi, yang memberikan uang kembaliannya untuk si abang becak agar si abang becak tersebut bisa mempersiapkan sahur dan bisa berpuasa di hari berikutnya. Betul?!



Selasa, Oktober 21, 2008

Ngetes "Read more"...

Wah, setelah sekian lama off akhirnya, datang juga kesempatan untuk nge-blog lagi. Tapi, ternyata belum siap bahan posting selanjutnya. Maka, untuk mengisi kekosongan blog ini, dan untuk nge-tes "perubahan" yg baru kulakukan, aku post saja salah satu tugas kuliahku ini, hehehehe.. semoga bisa jadi bacaan yang bermanfaat..

Pengamatan Terhadap Petugas Pemeriksa Karcis Kereta Listrik (KRL) di Stasiun Universitas Indonesia
Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang hampir setiap hari melakukan perjalanan dari Bogor ke Uni¬versitas Indonesia (UI) dengan memanfaatkan jasa kereta listrik (KRL), di semua stasiun pem¬ber¬henti¬an kereta listrik jalur Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek), terdapat beberapa orang, umumnya pria, yang memakai seragam biru gelap, berjaga di sekitar pintu keluar stasiun, dan memeriksa setiap penumpang yang hendak melintasi pintu keluar stasiun apakah mereka membawa karcis kereta listik atau tidak. Orang-orang ini penulis sebut sebagai “Petugas Pemeriksa Karcis KRL”. Seperti sempat disebutkan di awal paragraf ini, di semua stasiun kereta listrik Jabodetabek terdapat petugas pemeriksa karcis KRL, termasuk stasiun UI. Melalui essay ini penulis akan menyampaikan hasil pengamatan (observasi) terhadap para petugas pemeriksa karcis KRL di Stasiun UI. Observasi atau pengamatan ini penulis lakukan dalam rangka meyelesaikan tugas observasi yang diberikan oleh dosen mata kuliah Logika dan Penulisan Ilmiah. Tugas ini deberikan untuk kelompok namun pada laporan hasil observasi nanti, setiap anggota kelompok diharusnya membuat laporannya masing-masing. Kelompok penulis memilih untuk mengobservasi petugas pemeriksa karcis ini dengan alasan agar observasi yang dilakukan tidak perlu mengambil tempat di luar kampus UI. Alasan kedua ialah karena letak stasiun UI yang tidak jauh dari area kampus Fakultas Psikologi UI. Cukup ditempuh dengan berjalan kaki sekitar dua menit dari area fakultas. Dan alasan ketiga ialah salah satu anggota kelompok pernah mempunyai penggalaman yang tidak menyena¬ng¬kan; digoda, diperlakukan tidak sopan, oleh seorang petugas pemeriksa karcis KRL. Mes¬ki¬¬pun demikian, bukan berarti observasi ini juga dilakukan untuk “balas dendam”. Observasi ini dilakukan untuk melihat apa saja yang mereka lakukan selain memeriksa karcis para penumpang yang baru turun dari kereta yang datang sebelum mereka keluar dari area stasiun. Dalam mengamati hal yang dilakukan dan tingkah laku para petugas pemeriksa karcis KRL ini, penulis melakukan pengamatan sebanyak 3 kali. Satu kali dilakukan bersama-sama dengan seluruh anggota kelompok, 1 kali dilakukan sendiri oleh penulis, dan 1 pengamatan terakhir dilakukan bersama salah satu anggota kelompok bernama Junius. Observasi pertama dilakukan sendiri oleh penulis pada tanggal 7 Oktober 2008, sejak pukul 16.32 sampai dengan pukul 17.00. Dari pengamatan pertama ini, penulis mendapati bahwa petugas pemeriksa karcis KRL ini melakukan 3 hal utama (karena dilakukan berulang-ulang).
Selain memeriksa karcis penumpang yang baru turun dari kereta sebelum mereka meninggalkan stasiun, para petugas pemeriksa karcis ini juga memeriksa setiap penumpang yang masuk ke peron, memastikan mereka sudah memilki tiket untuk melakukan perjalan dengan KRL. Hal lain yang dilakukan oleh para petugas ini ialah mengawasi agar tidak ada orang yang melintasi rel kereta untuk sekedar menyebrang maupun berpindah dari peron satu ke peron yang lainnya ketika ada kereta yang hendak melintas atau memasuki stasiun UI. Ketiga hal tadi penulis asumsikan sebagai tugas untuk para petugas pemeriksa karcis KRL karena ketiga hal tadi dilakukan secara terus menerus (berulang-ulang) dalam tiga keadaan yang berbeda. Memeriksa karcis para calon penumpang dilakukan ketika tidak ada kereta yang melintas. Mengawasi agar tidak ada yang melintasi rel kereta untuk sekedar menyebrang maupun berpindah peron dilakukan ketika kereta yang hendak melintas maupun masuk dan berhenti di stasiun. Dan memeriksa karcis para penumpang yang baru turun dari kereta sebelum meninggalkan area Stasiun UI saat ada kereta yang berhenti.

Observasi berikutnya (kedua dan ketiga) dilakukan pada 8 dan 10 Oktober 2008. Observasi kedua (8 Oktober 2008) penulis lakukan bersama seluruh anggota kelompok pada pukul 16.51 hingga pukul 17.15. Hasil observasi yang kedua ini tidak menunjukkan adanya tugas lain dari para petugas pemeriksa karcis KRL selain ketiga tugas yang sudah disebutkan sebelumnya. Pada observasi ketiga (10 Oktober 2008, 18.55-19.10) pun sama. Tugas dari para petugas pemeriksa karcis yang teramati oleh penulis tidaklah berbeda dari hasil dua pengamatan sebelumnya. Memeriksa karcis, memastikan para calon penumpang sudah memiliki karcis, dan mengawasi agar tidak ada yang melintasi rel kereta saat ada kereta yang hendak masuk ke stasiun atau hanya melintas. Dari kesamaan ini kita dapat berasumsi bahwa memang tugas petugas pemeriksa karcis KRL adalah ketiga hal yang telah penulis sebutkan sebelumnya. Ada pula fakta lain yang penulis dapati dari hasil observasi ini adalah petugas pemeriksa karcis ini kadang bertukar posisi dan pekerjaan dengan petugas yang bertanggung jawab pada penjualan karcis, atau dengan kata lain dapat terjadi pergiliran tugas antara petugas pemeriksa karcis dengan petugas yang menjual karcis.

Cara para petugas tersebut melaksanakan tugas-tugasnya juga penulis observasi. Tugas memeriksa karcis para penumpang yang baru turun dari kereta dilakukan dengan berdiri di dekat pintu ke arah luar area stasiun, karena ada 2 pintu ditempatkanlah masing-masing 2 petugas di setiap pintu sehingga total petugas yang bertugas saat itu ada 4 orang, berdiri dengan posisi siap menghadang penumpang yang mencoba melewati tanpa mau menyerahkan karcis. Terlihat agak sulit untuk mencoba melewati mereka tanpa menyerahkan karcis. Namun, bukan berarti tidak ada celah. Dari yang penulis amati, jika ada sesuatu yang mengalihkan perhatian para petugas pemeriksa karcis seperti orang lain yang memanggil, lamanya penumpang mempersiapkan karcis untuk diserahkan, maupun terlalu ramainya stasiun akibat “jam sibuk”, kesempatan untuk bisa melewati pintu tanpa harus meyerahkan karcis bisa terbuka. Penumpang yang tidak memilki karcis bisa memanfaatkan kelengahan ini untuk lewat begitu saja tanpa memberikan bukti bahwa ia telah membeli karcis perjalanan. Sementara dalam mengawasi agar tidak ada penumpang yang melintasi rel ketika ada kereta yang hendak memasuki stasiun, petugas pemeriksa karcis kerap beberapa kali terlihat memperingatkan penumpang untuk menunggu kereta lewat (masuk) terlebih dahulu baru menyebrang. Beberapa kali terlihat para salah seorang dari petugas tadi meniupkan peluit untuk memperingatkan penumpang akan adanya kereta yang akan melintas. Namun tetap saja ada yang menyebrangi rel kereta. Secara umum para petugas ini akan bersikap tegas dalam melaksanakan tugas-tugasnya, tapi bukan berarti mereka tidak ramah. Di beberapa kesempatan penulis melihat para petugas ini bersenda gurau dengan penumpang-penumpang yang sudah akrab dengan mereka.

Sebagai penutup, penulis menyimpulkan bahwa dari tiga kali observasi tugas petugas pemeriksa karcis KRL adalah memeriksa karcis penumpang baik yang turun maupun yang hendak naik KRL dan mengawasi keselamatan penumpang di stasiun.


Kamis, Oktober 02, 2008

Selamat Hari Raya Idul Fitri

selamat idul fitri 1429 h
minal aidzin wal faidzin
mohon maaf lahir dan batin ya!!!

Selasa, September 30, 2008

Reunian Sebelum Libur Lebaran...

“We write to taste life twice, in the moment and in retrospection.” (Anais Nin).
Ya! kalo diterjemahkan, mungkin kutipan dari Anais Nin (siapa tuh? saya juga ga kenal.. hehe..) tadi berkaitan dengan apa tujuan kita membuat sebuah tulisan, untuk merasakan kehidupan untuk yang kedua kalinya, dalam mengenang kembali sebuah momen. Haha.. bener ga tuh terjemahan..?!
Ya, ngomong-ngomong soal mengenang kembali suatu peristiwa, Jumat 26 September lalu, diadakanlah sebuah reuni akbar untuk alumni SMP Negeri 4 Bogor (selanjutnya disebut smp4) dari angkatan 2000 sampai angkatan 2008. acaranya sendiri digelar di sebuah gedung yang beralamat di Jalan Kartini No.16 Kota Bogor, yang tidak lain tidak bukan adalah gedung smp4 sendiri, hehehe.. Nah, saya yang merupakan salah satu alumni smp4 angkatan 2005, jelas, nggak mau donk melewatkan kesempatan untuk ketemu, ngumpul-ngumpul lagi sama temen-temen seperguruan di smp dulu.. hehehe.. dan alhamdulillah, saya dikasih kesempatan untuk ikut acara ini. Nah, berikut sedikit cerita dari rangkaian peristiwa yang saya lalui hari itu..

Sebelumnya...
Tanggal 26 September lalu merupakan hari terakhir kuliah di UI sebelum libur lebaran. Dan seperti telah mengetahui bahwa setelah kuliah hari terakhir itu banyak mahasiswa yang memiliki “agenda”, pak dosen matkul bhs.inggris yang mengajar di kelas saya pun menyudahi kelas yang harusnya berakhir jam 16.00 pada pukul 15.00. hehe.. asyik.. makin cepet nyampe bogor makin baik sepertinya..
Begitu kuliah selesai, saya langsung cabut menuju stasiun Pondok Cina. Sebenernya agak bingung juga, kenapa saya milih naik kereta dari stasiun pondok cina, padahal sebenarnya, gedung fakultas psikologi tu lebih dekat dengan stasiun UI. ternyata pilihan saya untuk naik dari stasiun pocin nggak salah, soalnya reuni sudah dimulai di sini, ya! di stasiun pocin ini saya ketemu seorang teman yang dulu sama-sama dari smp4 juga satu sd sama saya, namanya Bily, dan tak lama kemudian datang lagi temen saya yang lain, kali ini temen se-sd, namanya Raga. Mereka berdua kini kuliah di Univ.Gunadarma jurusan teknik informatika. Dalam pertemuan di peron ini dan sampai kami naik kereta hingga akhirnya tiba di bogor kami saling menanyakan kabar teman-teman kami yang lain, kami juga bercerta, mengingat-ingat kembali kejadian-kejadian konyol dan berkesan yang pernah kami lalui sejak sd hingga smp. Ternyata yang paling mereka inget dari saya adalah ketika saya ketahuan mencontek sewaktu pra-ujian akhir di sd dulu (Duh.. kok yang diingat tuh momen yang nggak bagus sih..!?)

Sampai di bogor dan akhirnya menuju tempat reuni berlangsung...
Kira-kira jam setengah lima sore, sampailah saya di stasiun bogor dengan diiringi hujan yang turun ya.. nggak deres-deres amat sih.. tapi cukuplah untuk membuat basah kuyup. Maka, dari stasiun bogor ini saya putuskan naik angkot 07 yang ke arah Terminal Merdeka. Ya, karena smp saya ni letaknya memang nggak jauh dari terminal merdeka.
Turun angkot, jalan kaki sedikit melewati pusat grosir bogor merdeka (pgb merdeka) dan sampailah saya di daerah jalan kartini. Di sini saya melihat banyak mobil parkir berjejeran. Wah, ternyata banyak yang dateng dengan membawa mobil pribadi rupanya. Wah, alumni smp saya banyak yang udah tajir rupanya.. hehehe..
Sampailah saya ke gerbang sekolah smp4 yang kini sudah memilki gapura berwarna hijau bertuliskan "SMP NEGERI 4 BOGOR, Sekolah Standar NAsional" (beuh..!). di gerbang, saya ketemu dengan ranika, temen sekelas waktu kelas 2 dan kelas 3, juga temen di salah satu ekskul yang pernah saya ikuti selama di smp 4 ini, PMR, hehe.. setelah saya dan Ranika saling bertegur sapa, saya yang suah lama (hampir 2 tahun kali ya..) tidak berkunjung ke sekolah ini langsung berpikir untuk mengeilingi sekolah ini untuk melihat beberapa sisi dari bangunan “bersejarah” ini. ya, beberapa sisi dari bangunan ini menyimpan beberapa kenagan indah yang nggak akan pernah bisa saya lupakan (uh.. so sweet..). pertama, saya berjalan ke arah teras dari deretan ruangan kelas 3 (kini disebutnya kelas 9) yan teletak persis di depan gerbang. Saya susuri jalanan di teras ini. saya berjalan ke arah barat, ke ruangan kelas 3a, ruangan kelas terkecil di antara ruangan kelas 3 yang lainnya. meskipun paling kecil, tapi jangan salah, ni ruangan pernah saya tempatin waktu saya kelas 3 dulu.. (haha.. emang lu tu siapa, hah!?..). saya menerawang ke ke dalam mantan kelas saya ini melalui sebuah jendela pada pintu masuk kelas ini. setelah saya lihat, secara umum, keadaan (mantan) kelas saya ini belum banyak berubah, masih seperti saat saya masih menghuni kelas itu. Papan tulis masih terletak di sisi timur kelas sehingga bangku-bangku dan meja-meja masih menghadap ke arah timur pula. Hanya, ada satu bagian bersejarah dari kelas ini yang hilang. Sebuah lemari buku. Lemari buku yang penuh dengan kenangan (bagi saya) karena di sini tempat saya menyimpan dan mendapat berbagai barang warisan (yang kebanyakan berupa buku-buku pelajaran. Lumayan lho, jadinya saya ga usah beli buku baru.. hehehe..) dari kakak kelas penghuni 3a sebelumnya (wuih..). di lemari ini pun, kami siswa kelas 3a pernah meninggalkan tanda dari eksistensi kami di kelas itu (vandalisme maksudnya.. hehe..). sayang, lemari itu kini telah tiada..
Penjelajahan saya teruskan, kali ini saya jalan terus menuju koridor yang mengitari kelas saya dan mengarah ke sebuah mesjid, mesjid yang menjadi tempat anak-anak smp 4 menunaikan perintah Sang Khalik, mesjid At-Thoyyibah. Dulu di samping mesjid ini pernah ada sebuah taman kecil berikut sebuah kolam ikan kecil yang membuat teras mesjid ini enak buat dijadikan tempat nongkrong.. (lha, kok nongkrong jadinya..?!). sayangnya, tuntutan pembangunan telah membuat kolam itu kini tiada. Berganti dengan sebuah tangga menuju ke lantai 2 gedung sekolah ini. yah, sungguhh disayangkan, kini hilanglah bagian yang membuat nongrong di teras masjid terasa mengasikkan..(lho?!). bagaimana dengan interior mesjid? Hmm.. saat maghrib tiba dan aku masuk ke dalam masjid ini, kupikir tidak ada yang berubah, masih seperti dulu saat aku masih berada di sini. Dinding masjid masih bercorak hijau garis-garis putih dengan warna ungu pada dinding bagian atas. Langit-langit masih berwarna putih, dan masih terdapat keramik bermotif gambar ka’bah di dekat tempat untuk imam.
Setelah itu aku menuju ke wc pria, uhh.. yang inipun masih seperti dulu, masih jorok..! hehe.. tidak jauh, bahkan sangat dekat dengan wc pria, berdirilah ruang kelas yang menjadi kelas tempatku belajar di saat kelas 1 dulu, kelas 1f. Sayangnya, lampu di kelas ini dipadamkan (atau memang telah padam untuk selamanya jadi harus ada penggantian lampu..?!). jadi, nggak bisa saya lihat apa saja yang sudah berubah dari ruang kelas ini. ya sudahlah..
Tak lama kemudian, acara dimulai. Semua alumni yang datang ke lapangan basket smp4 dan dipersilahkan untuk duduk di kursi-kursi yang telah disediakan panitia. Sampailah saya di lapangan. Di sini saya ngumpul sama temen-temen angkatan 2005 yang lain. Selain Ranika yang saya temui di gerbag saat datang tadi, ada pula rizkaat (ikal), dahlia, rafika, maul, darjo, iman, galuh, rizky, tantri, lani, upie, fanisa, denisa, adi, dan ada beberapa orang lagi yang (maaf) saya lupa namanya.. hehe.. sory bro! Di sini di forum yang kami buat sendiri ini, kami ngobrolin banyak hal terutama tentang momen-momen yang berkesan saat smp dulu. Kami pun saling bertukar informasi tentang di mana kami dan teman-teman kami yang lain meneruskan pendidikannya. Dan, begitu mereka tau saya nerusin ke fakultas psikologi UI, mereka langsung pada kagum gitu sama saya, hehehe.. (astajim, ga boleh takabur..) dan mereka langsung meminta saya untuk melayani konsultasi mereka secara gratis kalau nanti saya berhasil jadi psikolog nanti.. hahaha! Bagus! Ga salah ternyata saya milih nerusin ke fakultas psikologi, sepertinya jasa seorang psikolog makin banyak dibutuhkan di jaman yang makin edan ini.. hehe.. dan sambil menikmati hidangan yang disediakan, obrolan kami berlangsung makin seru sampai kami asik sendiri dan tidak peduli lagi dengan acara yang disiapkan panitia seperti hiburan berupa nyanyian dari beberapa alumni yang lain. Hehe.. haduh-haduh..
Oh ya, saat di lapangan ini saya sempat melihat ke sekeliling lapangan melihat-lihat dan mencoba mencari apa yang telah berubah. Dan, wah, saya terkejut ketika mendapati ruangan kelas 2c yang menjadi kelas saya saat saya di tahun kedua sekolah di smp4 ini telah rata dengan tanah.. wah, sepertinya akan ada renovasi besar-besaran buat jejeran ruang kelas 2. tapi ya, sedih juga nih, lagi-lagi tempat yang penuh kenagan buat saya lenyap karena tuntutan pembangunan.. hiks.. ya sudahlah.. asal perombakan itu untuk tujuan yang baik dan progresif, ikhlaskan saja.. (wuee.. sok biijak..^^).

Akhir acara...
Waktu terus berputar hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 8 malam. Acara reuni akbar masih berlangsung, meski ga ada kesatuan acara, mc tetap berkoar-koar, sementara yang lain malah sibuk dengan urusan masing-masing, ada yang ngobrol cuma sama orang-orang angkatannya, ada yang foto-foto padahal sesi foto angkatan belum dimulai, dan parahnya, di bagian belakang banyak yang lagi ngebakar-bakar uang sambil ngerusak paru-paru mereka sendiri.. (ngerti kan maksudnya.. hehe...). saya dan beberapa temen seangkatan yang tadi ngumpul bareng memutuskan untuk pulang. Namun tak lama, sesi foto angkatan dibuka, ditunda deh pulangnya.. begitu dipanggil, anak-anak angkatan 2005 serentak datang dari berbagai penjuru smp4 dan tanpa dikomando kami berkumpul untuk bersama-sama diabadikan dalam sebuah foto. Dua kali jepretan disertai blitz cukup membuat kami semua puas. Saya dan beberapa temen seangkatan yang tadi ngumpul bareng pun pulang. Karena berbeda jalur pulang, rombongan kembali terpisah. Saya akhirnya pulang barengan sama Fanisa, Tantri, dan Denisa yang sudah sejak dulu sama-sama pulang-pergi rumah-smp4 dengan naik angkot no.15. Dalam perjalanan pulang kami saling bercerita tentang keadaan kampus kami. Fanisa dan Tantri kuliah di IPB, sementara aku dan Denisa di UI. Dari obrolan ini, ada sebuah fakta yang terungkap, ternyata dosen mata kuliah sosiologi umum di kelasnya Tantri adalah ayah saya! Hahaha.. haduh-haduh..


bersambung...

Senin, September 08, 2008

Stay The Same

Beberapa waktu yang lalu, paman saya yang tinggal di Jogja datang ke rumah keluarga saya di Bogor. Pama saya ini datang dengan membawa serta handphone barunya (sekalian pamer kali yee..!). Di hape barunya ini, (bukan bermaksud promosi) Sonny Ericcson, lupa saya tipe berapa, setelah saya “buka-buka” isinya, saya menemukan sebuah lagu yang judulnya Stay The Same dari Joey McIntire. Saya penasaran, dan saya coba putar lagu itu untuk mendengarkannya, terdengarlah sebuah lagu dengan irama musik yang santai, lembut mengalun di bagian awal, tapi tidak terlalu melankolis, dengan lirik seperti yang bisa dibaca di bawah ini:


Don't you ever wish you were someone else,
You were meant to be the way you are exactly.
Don't you ever say you don't like the way you are.
When you learn to love yourself, you're better off by far.
And I hope you always stay the same,
cuz there's nothin' 'bout you I would change.

I think that you could be whatever you wanted to be
If you could realize, all the dreams you have inside.
Don't be afraid if you've got something to say,
Just open up your heart and let it show you the way.

Believe in yourself.
Reach down inside.
The love you find will set you free.
Believe in yourself, you will come alive.
Have faith in what you do.
You'll make it through.

Bagaimana pendapat anda tentang liriknya? Sangat menyentuh bukan? Lirik lagu ini memiliki makna yang dalam, bagi saya, setelah saya mendengarkannya berulang-ulang, me­nya­dari bagaimana liriknya, dan mengerti apa maksudnya. Seberapa dalam? Akan saya ulas dalam jurnal saya kali ini.

Saya mulai dari bagian chorus-nya;

Don't you ever wish you were someone else,
You were meant to be the way you are exactly.
Don't you ever say you don't like the way you are.
When you learn to love yourself, you're better off by far.
And I hope you always stay the same,
cuz there's nothin' 'bout you I would change.

Meskipun kemampuan bahas Inggris saya (sangat) belum bisa dibilang baik, saya mencoba memaknai bagian chorus tersebut, dan menurut saya pada bagian chorus tersebut, si penulis lagu ini (entah siapa) mencoba mengatakan, mungkin lebih tepatnya mengingatkan kita yang selama ini sering iri melihat orang lain lebih sukses atau kehidupannya lebih menyenangkan dari kita (dan kita sendiri tidak menyukai atau mensyukuri keadaan kita saat ini), bahwa apa yang terjadi pada kita tidaklah salah, dan kita bukanlah orang yang sedang “salah tempat”. Tapi kita telah berada di “rel” yang sudah ditetapkan oleh yang Mahakuasa, dan yang harus kita lakukan adalah bersyukur dan menjalaninya sesuai kemampuan kita, kita jalankan “peran” kita sebagaimana mestinya, jangan sampai kita kehilangan jati diri jikalau itu memang jati diri yang positif bagi kita. Lalu, bait yang “When you learn to love yourself, you're better off by far” bagi saya memiliki makna bahwa kita harus betul-betul mengenal siapa diri kita sebenarnya, dari situ kita akan lebih mengetahui siapa diri kita sebenarnya berikut potensi-potensi atau bakat-bakat yang kita miliki. Kemudian jika dikaitkan dengan lirik sebelumya, mungkin dengan menyadari siapa diri kita sebenarnya, kita akan mensyukuri keadaan dimana kita berada atau bolehlah kita berubah, asal itu untuk ke arah yang lebih baik, misalnya dari penjahat jadi orang baik, kan tidak perlu kita selamanya berada dalam “kubangan”. Betul?!

Intinya pada bagian ini, penulis mencoba menyadarkan kita bahwa kita adalah kita, bukan orang lain, atau bukan orang yang salah tempat. Jadilah diri sendiri dan cintailah dirimu maka kau akan mengenal siapa dirimu sebenarnya, dan jangan kita iri pada orang lain.

Beranjak ke bagian verse;

I think that you could be whatever you wanted to be
If you could realize, all the dreams you have inside.
Don't be afraid if you've got something to say,
Just open up your heart and let it show you the way.

Menurut saya, kali ini penulis mencoba menyampaikan bahwa kita semua bisa menjadi apapun sesuai impian kita, kita bisa menggapai apapun itu impian dan cita-cita kita, asalkan kita bisa menyadari apa sebenarnya yang kita impikan, apa yang sebenarnya kita “kejar”, dan kita mau berbagi dengan orang-orang di sekitar kita. Siapa tau, di sekitar kita ternyata ada orang-orang yang bisa membantu kita meraih impian kita.

Jadi, jangan malu untuk memiliki mimpi dan impian yang besar, buka hati dan buka diri (jangan tertutup maksudnya) agar kita bisa meraih semua yang kita perlukan untuk menggapai mimpi dan impian kita.

Dan pada bagian bridge;

Believe in yourself.
Reach down inside.
The love you find will set you free.
Believe in yourself, you will come alive.
Have faith in what you do.
You'll make it through.

Saya pikir sang penulis mencoba kembali menguatkan hati kita untuk yakin dan percaya pada kemampuan diri kita dalam berjuang menggapai apa yang kita impikan. Jika kita yakin, percaya pada kemampuan kita, dan kita berjuang dengan sungguh-sungguh, yakinlah bahwa apa yang kita impikan dapat kita raih.

Ya, itulah sedikit pendapat dan ulasan saya tentang lagu Stay The Same yang dipopulerkan oleh Joey McIntire ini. Intinya adalah, dalam kehidupan ini atau dalam usaha kita meraih impian kita, kita harus percaya diri dan yakin akan kemampuan diri kita.

Bagaimana menurut anda?

Oh ya, lagu ini bisa anda dengarkan melalui Youtobe, dengan alamat:

http://www.youtube.com/watch?v=Tzizl7qUUCg


Kamis, Agustus 14, 2008

Kuburan Seorang Pahlawan

Laila, nenek sudah datang tuh...”
“Oh iya, ya sudah, teman-teman kami pulang dulu ya! Sampai bertemu lagi besok..”
Laila dan sepupunya Candra segera berlari meninggalkan teman-temannya menuju gerbang sekolah mereka, Sekolah Dasar Negeri 1, sekolah dasar yang bebas biaya apapun dengan kualitas bertaraf internasional. Di gerbang sekolah itu nenek mereka, Nenek Nur, baru saja tiba dan kini beliau sedang celingukan mencari kedua cucunya yang manis itu. Kemudian tiba-tiba ia dikejutkan oleh teriakan kedua cucunya itu.
“Nenek.. nenek..!!”
“Aha.. ini dia dua cucu kesayangan nenek, duuh.. Bagaimana sekolah kalian hari ini?” Ucap Nenek Nur yang kemudian diiringi dengan pelukan dan kecupan manis ke kening kedua cucu kesayangannya itu.
“Wah, seru banget tadi nek! Tadi kita belajar sejarah Indonesia!!” seru Candra bersemangat.
“Iya nek, tadi bu guru cerita betapa hebatnya perjuangan para pahlawan kita merebut kemerdekaan dulu. Wah, Laila jadi kagum banget sama mereka-me­reka nek! ingin rasanya bisa menjadi pahlawan seperti mereka. Sayangnya, kini kita sudah merdeka, tidak ada lagi penjajahan..” sambut Laila yang tidak kalah bersemangat namun sedikit kecewa.
“Betul nek, sekarang ini kita tidak perlu lagi mengangkat senjata untuk mengusir penjajah. Padahal, itu kan keren banget nek..” Lanjut Candra.
“Eh,
“Hmm.. Sepertinya kita tidak bisa langsung pulang hari ini. Kalian harus ikut nenek dulu..” Nenek menaggapi ucapan kedua cucunya tadi.
“Wah, mau ke mana kita nek?” Tanya Candra penasaran.
“Sudah, ikut saja. Nenek akan menunjukkan pada kalian bahwa pahlawan tidak hanya orang yang mengangkat senjata untuk mengusir penjajah.” Jawab nenek menanggapi cucunya yang cerewet ini.
Mereka bertiga pun berjalan ke arah stasiun monorail yang letaknya tidak jauh dari sekolah. Setelah membeli karcis, mereka bertiga naik dan duduk berjejer. Kereta monorail pun berjalan. Nenek, Laila, dan Candra melanjutkan perbincangan mereka mengenai pahlawan dalam kenyamanan perjalanan dengan kereta monorail dan sikap para penumpang lain yang ramah dan bersahaja yang kemudian ikut meramaikan perbincangan antara Nenek, Laila dan Candra. Tak terasa, tibalah mereka bertiga di stasiun yang dituju. Setelah turun, mereka melanjutkan perjalanan ke sebuah daerah yang agak ramai, seperti sebuah alun-alun kota, namun di dekat situ ternyata ada sebuah kompleks pemakaman. Dan tempat yang mereka tuju adalah kompleks pemakaman tersebut.
“Kenapa nenek mengajak kami ke tempat ini?” Laila bertanya.
“Ayo, Nenek tunjukkan orang-orang yang nenek anggap juga seorang pahlwan..”
Mereka bertiga berjalan sedikit ke arah pojok kiri kompleks pemakaman yang damai namun jauh dari kesan seram tersebut dan kemudian mereka berhenti setelah nenek berhenti dan menunjuk ke arah salah satu makam.
“Beliau yang terbaring di sini ialah kawan nenek ketika kuliah dulu. Semasa hidupnya beliau adalah seorang ahli yang menghasilkan banyak karya di bidang pendidikan dan beliaulah yang memulai revolusi di dunia pendidikan di negeri ini sehingga pendidikan bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, kualitas pendidikan di negeri ini bisa maju, dan akhirnya kesejahteraan masyarakatpun berangsur-angsur membaik.” Kenang nenek.
Nenek tersenyum melihat kedua cucunya yang tampaknya bingung setelah mendengar cerita darinya. Kemudian nenek menekuk kakinya supaya bisa berdiri sejajar dengan cucu-cunya kemudian mengusap kepala kedua cucunya itu.
“Yah, mungkin kalian belum bisa mengerti apa yang nenek bilang tadi. Namun yang jelas, mulai saat ini berjanjilah untuk belajar sebaik mungkin dan tidak menyianyiakan setiap kesempatan belajar yang ada. Tuntutlah ilmu yang menurut kalian paling cocok untuk kalian, kemudian gali ilmu tersebut sedalam-dalamnya, berusahalah menjadi yang terbaik, kemudian amalkan ilmu yang kalian dapat untuk kepentingan masyarakat luas. Maka ilmu yang kalian kumpulkan tadi akan banyak bermanfaat. Kalian juga akan mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan kemajuan yang sudah didapat negeri ini lebih jauh lagi. Dan pada akhirnya, kalian akan menjadi seorang pahlawan..” Lanjut nenek menaggapi kebingungan kedua cucunya.
“i.. iya nek, kalau begitu mulai sekarang kami berjanji akan mencari ilmu sebanyak mungkin agar bisa memanfaatkannya untuk kepentingan orang banyak..”
“iya nek, betul apa yang dibilang Laila. mulai saat ini kami akan berusaha menjadi seorang pahlawan bagi negeri ini dengan belajar sebaik mungkin dan memanfaatkan ilmu kami seluas-luasnya. Terima kasih nek..”
“Hmm.. itu baru namanya cucu nenek! Ayo, sebelum kita pulang, mari kita mendoakan terlebih dahulu para pahlwan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari pada penjajah sejak ratusan tahun lalu sehingga kita bisa hidup bahagia seperti sekarang ini..”
Mereka bertiga berdoa dengan khusyu, dan tidak lama kemudian mereka bertiga pun pulang.
---
Setting cerita ini ialah tahun 2056. Bisa dibilang saat itu adalah era keemasan bagi bangsa Indonesia. Setelah 116 tahun merdeka dari penjajahan secra fisik dan setelah 43 tahun merdeka dari semua bentuk penjajahan secara tidak langsung. Pemerintahan bersih dari korupsi, pelayanan publik yang ter-manage dengan baik, pendidikan gratis dan bermutu baik, kemudahan akses pelayanan kesehatan, stabilitas politik dan ekonomi yang mapan terjaga, kehidupan masyarakat yang sejahtera, industri yang maju pesat, neraca perdagangan surplus, pemabangunan yang merata sesuai kebutuhan daerah, hutan, lingkungan, kekayaan alam yang terjaga dan termenej dengan baik, serta berbagai kriteria untuk menyebut negara tersebut sebagai “negara maju” telah terpenuhi.
---

Selasa, Agustus 05, 2008

Sharing Experience

Hwah.. bingung mau nge-post apaan, daripada blog ini lumutan, jadi dalam kesempatan ini saya mau sedikit ber-unek-unek sekaligus sharing saja nih, juga mungkin secara tidak langsung bertanya dan meminta solusi dari masalah-masalah yang saya hadapi selama nge-blog. Hehe..
Selamat membaca dan mohon bantuannya ya!

Kenapa tertarik bloging?
Kenapa ya dulu tertarik buat ikut nge-blog? Yah, bermula di pertengahan tahun 2006 lalu ketika saya mulai berpikir untuk mencoba menjadikan kegiatan ngenet (main internet) sebagai kegiatan yang bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri (ciee..!), dan pada saat bersamaan saya sedang hobi banget baca buku-buku tentang pengembangan potensi diri, motivasi, psikologi, dan buku-buku novel juga cerpen, sampai akhirnya saya pun punya cita-cita untuk juga jadi seorang penulis. Nah, dari keinginan untuk bisa jadi seorang penulis itulah kemudian terpikir untuk membuat sebuah blog, karena “blog” dalam pikiran saya waktu itu adalah sebuah jurnal bebas dimana kita bisa mempublikasikan tulisan apapun tanpa ada yang melarang (uuh..), selain itu saya juga berpikir bahwa blog adalah sarana yang tepat untuk mengasah kemampuan menulis, dan akhirnya lahirlah blog “strike-ardhy.blogspot.com” ini. Hehehe...

Apa manfaat yang dirasakan?
Wah, sepertinya banyak, pertama, ada kegiatan buat ngisi waktu luang! hehe.. meskipun sebaiknya kalo mau jadi seorang penulis handal, menulis itu tidak hanya dijadikan pengisi waktu luang, betul?!
Kedua, dapet teman-teman baru (blogger lain yang kebutan mampir ke blog saya, kemudian kenalan dan tukeran link), lebih kenal dengan teman-teman lama (yang juga blogger) karena dari apa yang saya amati, isi maupun de­sain blog itu akan mencerminkan siapa pemiliknya, bidang keilmuan apa yang ia tekuni, bidang kajian apa yang sangat dia minati, hobinya, kegiatan-kegiatannya dan sebagainya. Dari sini kita juga bisa menambah pengetahuan kita kan? Hehe...
Ketiga, ya... seperti motivasi awal tadi, saya bisa belajar jadi penulis! Kan di blog sendiri mah, boleh nulis apapun sesuka hati, nanti kalo ada yang nanggepin (comment) jadikanlah itu buat kritik yang membangun supaya bisa lebih hebat lagi.. betul?!
Hmm. Sebetulnya masih banyak sih manfaat yang saya bisa ambil dari nge-blog, tapi yah.. slow lah, berjalan seiring dengan waktu saja.. hehehe..!

Kendala Selama Nge-blog (mohon sulusi donk!)
Selama nge-blog, kendala paling sulit saya tanggulangi adalah masalah disiplin, maksudnya disiplin dalam nge-post. Haduh.. membiasakan diri nge-post dalam satuan waktu tertentu sulit juga ternyata, hal ini sangat tergantung dari kondisi dan kesibukan kita sehari-hari (ceu`ilee..). udah gitu tergantung mood juga lagi, beuh! Faktor “ilmu yang bisa dibagi” juga mempengaruhi, bagi saya (beuh!) kalo nggak ada ilmu yang bisa dibagi, jadi males juga nge-post, daripada jadi posting-an “sia-sia”?! Halah! Nggaya banget sih! Hehe...
Terus, masalah koneksi internet juga tuh, apalagi tarif ngenet dari rumah, dial-up, masih mahal! Jadi terkadang harus ke warnet dulu...
Lalu, yang paling menjadi kendala bagi saya adalah, suka nggak pede.. hehe, masih suka nggak pede nih kalo nge-post sesuatu. Yang buat saya nggak pede tu saya masih suka takut kalau-kalau postingan saya menyebarkan ilmu yang salah, sesat lagi menyesatkan, atau takutnya dapet tanggapan negatif atau malah menimbulkan tanggapan negatif untuk suatu hal. Beuh! Ngeri euy! Salah-salah nyebarin ilmu, atau salah memberikan opini tentang suatu masalah, nanti malah menimbulkan keresahan di masyarakat lagi, atau malah nantinya menggaggu stabilitas nasional (lebay) gimana? Beuh..!!

Tapi ya.. kalo dipikir-pikir sih, tidak ada pekerjaan/perbuatan yang tidak punya resiko kan?! Bahkan, semakin berbahaya resikonya, semakin besar menantang dan akan semakin bermakna kan hasilnya?! Betul?! Hehehe... Semangad sajalah! Insya Allah, kalo niatnya baik, caranya juga baik, tidak ada kendala yang tidak bisa diatasi. Betul kan..? Hohohoho...

Ya, semoga posting ga jelas ini bisa bermanfaat buat semua yang membacanya, hehe.. Oh ya, jangan lupa tanggapannya ya! Thanks!
(0805:08.27)

Minggu, Agustus 03, 2008

Pembekalan Dunia Kampus dengan IT...

Alhamdulillah, ternyata di smansa itu banyak orang baik. Buktinya, Aa-Teteh dari angkatan yang sudah lulus (alumni) lebih dulu dari saya masih rela mengadakan suatu acara bertema pembekalan dunia kampus (kuliah) kepada kami, angkatan yang baru saja lulus, Bajigur plin-plan! Ya! Nama acaranya IT, Integrated Training!
Nah, melalui tulisan ini saya akan berbagi cerita mengenai acara yang diadakan Sabtu-Minggu, 26-27 Juli 2008 di Saung Wira, Ciawi, Bogor. Selamat membaca!

Integrated Training

Secara harfiah, integrated training berarti pleatihan secara terpadu. Jadi dalam acara ini kami, para peserta, tidak hanya mendapat materi pembekalan kehidupan kampus tapi juga tentang tarbiyah dan tentang Forkom Alims. Dengan ditambah acara muhasabah yang kotor-kotoran, game-game yang melatih kerjasama serta kekompakan dalam tim, juga acara yang menjadi acara inti bagi peserta ikhwan, main bola, acara ini meninggalkan kesan tersendiri bagi kami yang mengikutinya (halah!). Pokoknya, seru lah! Nggak nyesel ngerogoh kocek Rp.15.000 di tengah hiperinflasi yang sedang melanda Zimbabwe saat itu. (lho?! Apa hubungannya..??)
Supaya tulisan ini juga dapat berbagi ilmu, berikut sekilas materi-materi yang disampaikan dalam IT;

Pembekalan Kampus
Yap! Inilah materi paling ditunggu oleh saya, pembekalan tentang kehidupan kampus. Secara gitu waktu itu saya masih blank tentang kehidupan kampus karena belum pasti bakal kuliah di mana (kan waktu itu masih nunggu pengumuman snmptn), sementara sebagian besar teman yang ikut tu yang udah keterima di beberapa PTN negeri top di Indonesia dan sudah ada kegiatan-kegiatan seperti pra-ospeknya gitu..
Dan dari pemberian materi “Pembekalan Kampus” ini dapat saya simpulkan bahwa kehidupan kampus itu berbeda dengan kehidupan SMA. Baik dari sisi kehidupan akademis maupun kehidupan sosial sebagai mahasiswa. Dari segi akademis perbedaan terletak di sistem pendidikan, karena di kampus nanti sistem yang dipakai itu sistem SKS, sistem kredit semester, seperti apa penjelasannya? Di lain waktu aja ya.. hehe..
Bagaimana dengan kehidupan sebagai mahasiswa? Hmm.. mungkin ini yang perlu diwaspadai. Dengan makin luasnya pergaulan dan makin beregamnya sifat, perilaku, dan latar belakang kehidupan teman-teman kita nanti, maka alumni pengisi materi tentang kehidupan kampus ini, A’Fahmi kalau tidak salah namanya, berkata “Bohong bila jati diri ditentukan waktu SMA! Jati diri kalian yang sesungguhnya akan terbentauk nanti, di kampus kalian!” beuh..! Kemudian ada satu prinsip penting yang harus kita pegang teguh dalam bergaul di dunia kampus nanti, “berbaur tapi tidak melebur”, maksudnya bergaulah dengan siapapun tanpa pandang bulu, tapi jangan sampai kehilangan identitas baik atau nilai-nilai positif yang sudah kita pegang sebelumnya. Jangan sampai kita ikut gila karena kita juga bergaul dengan orang gila, begitulah kira-kira...
Lalu, masih tentang kehidupan kampus, A’Fahmi juga sedikit menjelaskan tentang kehidupan ekstrakulikuler di kampus pada umumnya, karena biasanya di tiap fakultas itu berbeda-beda. Seperti, kalau di kampus itu OSIS-nya barwujud BEM (badan eksekutif mahasiswa) lalu kegiatan ekstrakulikuler seperti yang ada di sma di kampus namanya jadi UKM (unit kegiatan mahasiswa) dan HIMPRO (himpunan mahasiswa profesi). Bedanya UKM dengan HIMPRO apa? Ya... himpro itu bisa dibilang kegaitannya lebih ke arah profesi-profesi tertentu di masyarakat yang sesuai dengan fakultas di mana kita berada. Getoo...
Oh ya, yang juga perlu diperhatikan dalam kehidupan kampus ialah tentang terdapatnya berbagai ideologi-ideologi maupun aliran-aliran dari ajaran tertentu yang dikhawatirkan menyimpang dari kaidah yang seharusnya. Untuk masalah ini kita harus berkonsultasi dengan mentor, guru agama, atau orang yang kita yakini pemahaman agamanya baik dan tidak akan menyesatkan kita. Jadi, wapadalah..! semoga Allah selalu melindungi kita..

Materi lainnya...
Waduh... sebenernya masih ada materi lain yang disampaikan dalam IT ini, yaitu tentang tarbiyah dan Pengenalan ForkomAlims, namun karena mentok dengan dateline (halah!) sepertinya hanya tentang pembekalan kampus saja yang bisa saya ceritakan dalam kesempatan ini. Untuk materi tarbiyah mungkin akan saya coba kaji lagi dan saya tuangkan dalam blog ini di kesempatan lain. Sementara tentang Forkom (lengkapnya Forkom Alims), saya ceritakan secra singkat saja bahwa fokom ini adalah Forum komunikasi dari alumni smansa Bogor yang bergerak dalam bidang pembinaan keislaman bagi siswa-siswi smansa dengan tujuan terwujudnya kehidupan yang islami di smansa Bogor melalui kegiatan-kegiatan seperti mentoring, IT, dan berbagai kegiatan pengembangan diri dan wawasan keislaman lainnya.

Aah... sekian dulu ya!
Wassalamualaikum.
(23.15_080802)

Rabu, Juli 23, 2008

Sang Pengganti Raja

Di suatu kerajaan, tersebutlah seorang raja yang telah memasuki usia senja. Menyadari hidupnya mungkin tidak akan lama lagi berakhir, sang raja memutusakan untuk mencari orang yang akan menggantikan posisinya sebagai pemimpin di kerajaan tersebut.
Jika pada umunya seorang raja akan digantikan oleh keturunan atau orang-orang terdekatnya, tidak demikian dengan raja yang satu ini, ia justru hendak mengadakan sayembara untuk mencari siapa yang pantas menjadi menggantikannya memimpin kerajaan ini. Sayembara macam apakah yang diselenggarakan sang raja? Mengalahkan mahluk jahat? Memberantas kejahatan di kerajaan tersebut? Tidak! Sang raja justru membagikan sebutir biji kedelai pada setiap pemuda di kerajaan tersebut dan mengadakan sayembara “Menanam Biji”.
“Kubagian pada tiap-tiap dari kalian sebutir biji. Tanamlah, kemudian rawatlah tanaman yang tumbuh dari biji itu. Lalu, kembalilah satu tahun lagi dengan membawa tanaman tersebut. Barang siapa menunujukkan kepadaku tanaman yang terbaik, maka ialah yang akan menggatikanku menjadi raja di kerajaan ini.” Ucap sang raja dalam pidatonya.
Semua peserta sayembara terlihat antusias, sebab siapa yang nantinya akan menjadi ditentukan dari seberapa baik tanaman yang tumbuh dari biji ini, begitu pula Badu. Biji yang ia dapatkan ia tanam dan ia sirami air setiap harinya. Semakin hari terasa semakin mendebarkan menunggu munculnya tunas pertama dari tanaman tersebut. Waktupun terus berlalu, 1 minggu, 1 bulan, hingga akhirnya 6 bulan sudah berlalu, tak sepucuk tunaspun tumbuh dari sebutir biji pemberian raja yang ia tanam itu. Apakah ia kurang memberikan air dan pupuk untuk biji tersebut? Ataukah tanah pada pot tempat tanaman tersebut ditanam kurang subur? Badu sendiri tidak mengerti.
Sementara Badu masih gelisah karena tanaman indah yang diidam-idamkannya tidak kunjung tumbuh, peserta sayembara yang lain justru mulai saling membicarakan tanaman mereka yang tumbuh tinggi dan kian hari kian indah dipandang.
Akhirnya waktu 1 tahun yang diberikan raja untuk menumbuhkan biji yang ia berikan habis, tibalah hari dimana raja mengumpulkan para peserta sayembara untuk menilai siapa yang pantas menjadi pengganti dirinya berdasarkan bagaimana ia merawat tanaman yang tumbuh dari biji yang telah raja berikan.
Meskipun 1 tahun berlalu, tanaman yang ditunggu-tunggu Badu tidak kunjung tumbuh. Waktu telah habis sementara di pot miliknya tak satu tanamanpun tumbuh. Badu kehilangan hasratnya untuk datang membawa potnya ke istana. Namun sang ibu tetap medorongnya untuk datang dan menunjukkan yang sebenarnya, “ayo, jangan takut. Datanglah menghadap raja. Tunjuk­kan­­lah apa adanya..” Badupun datang ke istana.
Di istana semua peserta telah berkumpul. Masing-masing membawa pot berisi tanaman yang tumbuh dengan indah. Daunnya hijau segar, batangnya terlihat kokoh meskipun ukurannya kecil, dan bahkan beberapa diantaranya sudah memiliki bunga yang membuatnya makin elok dipandang. Rajapun memuji mereka.
“Kerja kalian luar biasa! Sungguh, bukan main indahnya tanaman yang kalian bawa.” Puji sang raja yang kemudian diiringi tepuk tangan dan sorak-sorai dari hadirin di istana tersebut. “Tapi yang akan menggantikanku sebagai raja ialah dia! Orang yang berdiri di belakang itu, yang membawa pot kosong.” Ucap sang raja sambil mengarahkan telunjuk kanannya ke arah Badu. Kali ini semua yang hadir di ruangan istana tersebut tersentak kaget, termasuk Badu. Mulut yang terbuka menunjukkan betapa kagetnya mereka. Mengapa seseorang yang “gagal” justru yang akan menjadi raja?
“Setahun yang lalu aku memberikan kepada masing-masing dari kalian sebutir biji untuk ditanam. Tapi semua biji itu telah kumasak terlebih dahulu sehingga tidak mungkin dapat tumbuh menjadi tanaman. Kalian semua kecuali Badu pasti telah mengganti biji yang kuberikan dengan biji yang lain. Hanya Badu yang dengan jujur dan berani datang kemari dengan membawa pot dengan biji yang telah kuberika setahun lalu. Karena itu Badu-lah yang kuangkat untuk menjadi penggantiku” Ungkap sang raja untuk menjawab kebingungan hadirin di ruangan itu sekaligus menegaskan alasannya memilih Badu sebagai raja selanjutnya.
Ternyata Badu tidaklah gagal, justru ia telah membuktikan dirinya berhasil menunjukkan kejujuran dan keberaniannya sebagai seorang calon pemimpin yang baik. Tidak salah kan pilihan sang raja?

Hikmah:
Dari cerita tersebut setidaknya kita akan mendapatkan 2 sifat (dari sekian banyak) yang harus dimiliki seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin yang baik. Ya! Kejujuran dan keberanian! Seorang pemimpin yang baik haruslah seorang yang jujur, tidak menyeleweng, dan tidak pernah membohongi yang dipimpinya. Kejujuran seorang pemimpin akan menghadirkan kepercayaan dari yang dipimpinnya. Modal kepercayaan ini akan mendatangkan dukungan dan akhirnya berbuah pada kesejahteraan. Seorang pemimpin juga harus memiliki keberanian. Berani mengambil keputusan, berani menindak semua kejahatan dan kerusakan yang ada, berani karena benar, berani untuk jujur apa adanya, dll. Jangan lupakan pula bahwa kita semua adalah pemimpin, minimal untuk memimpin diri sendiri. Betul?!
Semoga bisa menjadi inspirasi bagi diri saya sendiri dan para pembaca sekalian. Hehehe...

Cerita disadur dari “Si Jujur dan Si Berani” dalam e-book Motivasi Net.

Sabtu, Juli 05, 2008

Mengenang Euro 2008...

Euro 2008 Austria-Switzerland sudah seminggu berlalu dengan Spanyol yang keluar sebagai juara setelah mengugguli Jerman 1-0 di pertandingan final, 30 Juni lalu. Yah, memang sudah berakhir. Tapi saya masih ingin sedikit mengulasnya, itung-itung sekalian ngeblog lagi setelah lama “puasa”, meskipun mungkin tema Euro sudah agak “kadaluarsa” hehe..

(jika mau) silakan membaca...

Euro 2008..
Kejuaraan sepakbola antar negara eropa, yang lebih dikenal dengan Euro, dilangsungkan tiap 4 tahun sekali sejak tahun 1956 dan sampai tahun 2008 ini Euro sudah digelar sebanyak 13 kali. Banyak yang bilang Euro adalah “pesta bola” terbesar kedua setelah Piala Dunia, jadi tak heran bahwa kejuaraan ini sangat menarik untuk diikuti, setiap penggila bola tidak boleh melewatkannya, begitu pula saya.. hehe..

Nah, melalui tulisan ini saya akan coba beri sedikit opini saya mengenai beberapa tim yang berlaga di euro 2008 ini..

Spanyol
Yap! Tim negeri matador ini memang patut diacungi 2 jempol! Datang dengan kombinasi yang seimbang antara pemain “tua” dan pemain “muda”, tim ini tampil dengan penampilan bagus yang cukup konsisten dari awal sampai akhir. Sejak awal kiprahnya di turnamen pun ini saya sudah punya “firasat” bahwa tim ini akan jadi juara, apalagi di pertandingan pertama “tim matador” ini sukses mengalahkan “pasukan beruang merah” Rusia dengan skor telah 4-1! Kemudian di pertandingan-pertandingan selanjutnya hingga ke partai final, pasukan matador ini tidak henti-hentinya menunjukkan permainan cantik dan menawan. Memang pantas tim ini menajadi juara! Salut buat Ikker Casilas cs.!

Jerman
Wah, Der panzer emang tim spesialis turnamen! Penampilannya selalu memukau di tiap kejuaraan, meskipun tidak selalu keluar sebagai juara. Menurut saya, kunci keberhasilan der panzer sampai ke final ialah mental juaranya yang telah mengakar dengan kuat. Maklumlah, tim ini punya tradisi juara yang bagus. Tim ini sejak awal memang difavoritkan sebagai juara, namun pamornya sempat turun karena di babak penyisihan sempat ditekuk Kroasia 2-1. meskipun begitu, mental juara tim ini berhasil bangkit dan akhirnya bisa melibas lawan-lawanya untuk sampai ke final.

Prancis
Hm.. sepertinya penampilan Prancis di Euro kali ini mengecewakan. Hanya mencetak 1 gol dan kebobolan 6 gol dalam 3 pertandingan serta tidak bisa lolos dari babak penyisihan grup. Padahal kekuatan tim ini bisa dibilang cukup bagus di semua lini. Di depan ada Thiery Henry, tengah ada Frank Riberry, belakang ada Lilian Thuram, dan juga pemain-pemain jago di hampir semua lininya. Juga jangan lupa bahwa tim ini punya peringkat yang tinggi di peringkat FIFA. Tapi kenapa penampilannya tidak sebagus biasanya ya?! Apakah karena ditinggal Zidane yang pensiun? Hmm.. sepertinya tim ayam jantan harus melakukan banyak perbaikan nih..

Italia
Wah, kalo favorit juara yang satu ini memang sedikit unik, kalau tidak ada kasus skandal yang menggemparkan, tim ini tidak akan juara di turnamen yang diikutinya. Dan entah itu kebetulan atau memang suatu kutukan, teori tersebut terbukti kebenarannya di Piala Dunia 2006 dan Euro 2008 lalu. Nah lho! Apakah dengan ini berarti di Italia harus ada skandal lagi menjelang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan? Kita tunggu saja..

Belanda
Kisah tim ini di Euro 2008 ini tidak kalah tragis dibanding 2 “kawannya” di grup C, Italia dan Prancis. Sempat menggemparkan dunia dengan melibas Italia 3-0 juga Prancis dengan skor 4-1, kemudian menutup pertandingan di grup C dengan kemenangan 2-0 atas Rumania, di babak selanjutnya tim ini malah kalah 3-1 dari pasukan “beruang merah” Rusia yang justru dilatih oleh Guus Hiddink, orang Belanda! Walah-walah.. tragis betul! Tapi dibalik kisah tragis itu, ternyata barisan suporter timnas Belanda mendapat gelar suporter terbaik selama Euro 2008 berlangsung menurut harian Jurnal Naional edisi 2 Juli 2008, meskipun tidak terlalu jelas disebutkan apa aalasannya. Mungkin, karena superter Oranje ini mendukung habis-habisan tim kesanyangannya, sportif, dan tidak membuat keributan meskipun timnya kalah. Wah, patut kita contoh tuh suporternya Oranje..

Austria dan Swiss
Kedua tim tuan rumah ini sejak awal memang tidak difavoritkan jadi juara, bahkan Austria lolos ke Euro kali ini karena kebetulan bertindak sebagai tuan rumah, sebelumnya tim ini belum pernah ikut Euro sekalipun. Yah, meskipun begitu penampilan tim ini selama Euro bisa dibilang tidaklah mengecewakan. Ya.. Selamet aja deh buat keduanya yang telah sukses me­nyeleng­garakan Euro 2008.

Yunani
Nah! Kalo yang satu ini datang dengan predikat juara bertahan, tapi penampilannya tidak mencerminkan sorang juara. Kenapa ya? Apa mungkin karena tim ini sudah ditinggal oleh generasi emasnya yang merebut juara Euro 2004 di Portugal? Ataukah kemenangan sewaktu di Portugal hanya merupakan kebetulan belaka? Hmm.. sepertinya tim ini perlu melakukan regenrasi pemain dengan lebih baik lagi...

Turki
Nah, ini dia tim paling sensasional di Euro 2008! Datang tanpa pernah dijagokan akan tampil bagus di Euro kali ini, namun pada akhirnya tim inilah yang tampil paling sensasional!
Mengawali kiprahnya di Euro dengan kekalahan 2-0 atas Portugal, tim ini mulai menujukkan kualitasnya pada partai ke-2, melawan Swiss, dengan membalikkan ketertinggalan 0-1 menjadi kemenagan 2-1, dengan gol penentu kemangan yang terjadi di menit ke 90. Sejak itu Turki mulai “dilirik” meskipun masih diragukan karena lawan terakhir mereka di grup B adalah Rep. Cezka, juga salah satu favorit juara. Tapi, lagi-lagi semua prediksi miring itu ditampik oleh kesebelasan bintang-bulan sabit ini. Sempat tertinggal 0-2 sampai 15 menit menjelang akhir pertandingan, akhrinya Turki justru meraih kemenagan dramatis 3-2 dan akhirnya berhasil lolos dari grup B ke babak selanjutnya. Luar biasa!
Permainan tak neal menyerah Turki mulai menarik simpati, tapi tetap saja, lawan mereka selanjutnya adalah Kroasia, tim yang mengagalkan Inggris untuk ikut serta dalam kejuaraan ini serta satu-satunya tim yang berhasil meredam panzer Jerman selama babak penyisihan, Turki kurang diunggulkan. Tapi Turki kembali membuktikan semangat pantang menyerahnya. Dengan modal filosofi “jangan pernah menyerah” tim ini menunjukkan sesuatu yang sepertinya “mustahil”. Bayangkan saja, setelah bermain imbang 0-0 dalam 90 menit waktu normal dalam melawan Kroasia, menjelang akhir babak tambahan, menit 119, tim ini dikejutkan oleh sebuah gol dari Kroasia, 1-0 Kroasia unggul dan dengan sisa waktu hanya 1 menit (normanlnya) hampir bisa dipastikan Kroasia-lah yang akan melaju ke babak selanjutnya. Namun apa yang terjadi? Di menit ke-121, Semih Senturk mencetak gol yang menyeimbangkan kedudukan 1-1! Sekali lagi Turki membuktikan pada kita bahwa pertandingan belum berakhir sampai peluit panjang dibunyikan. Dan pertandingan pun harus diselesaikan dengan adu tendangan penalti yang akhirnya dimenangkan oleh Turki 3-1. Sungguh sebuah pertandingan yang dramatis dan sangat sensasional! Menurut saya inilah pertandingan terbaik sepanjang penyelenggaraan Euro 2008 ini.
Meskipun pada akhirnya kisah sensasional Turki harus berakhir di semifinal kala takluk dari Jerman 3-2, tim ini tetap tampil penuh semangat dan pantang menyerah sampai akhir pertandingan.
Jika saya punya 5 jempol, saya akan acungkan kelimanya untuk pasukan yang diasuh Fatih Terim ini. Sungguh, saya sangat kagum pada penampilan tim ini. Tim ini memberikan pelajaran berharga buat kita semua, terutama soal perjuangan. “Jangan pernah menyerah, teruslah berjuang sampai peluit akhir dibunyikan (sampai waktunya habis)” mungkin itulah pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari timnas Turki. Salut buat timnas Turki!

Sebelum saya tutup tulisan ini, saya ingin mengutip sedikit pernyataan pelatih timnas Turki, Fatih Terim, setelah kemenangan dramatisnya melawan Kroasia;

“...Saya hanya menyampaikan kepada pemain agar tidak menyerah. Mereka tidak boleh diliputi rasa takut. Termasuk takut akan kalah!..”

Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua...(080705:9.59)

Jumat, Mei 30, 2008

Kiat (insya Allah) Lulus SNM-PTN (amin!)

SNM-PTN, maupun ujian-ujian masuk universitas lainnya, adalah pintu gerbang mencapai cita—cita yang diidamkan setiap siswa. Suatu kebanggaan bagi siswa dan orang tua kalau dapat kuliah di perguruan tinggi negeri, terlebih di perguruan tinggi dan jurusan yang diinginkan.
Jika kita mencoba bercermin kepada orang-orang sukses dalam SPMB, ternyata mencapai sukses itu tak semudah membalikkan telapak tangan, kerja keras disertai kemauan yang kuatlah kunci utamanya. Untuk itu mulailah untuk bekerja keras dari sekarang demi cita-cita yang diidamkan, demi orang-orang yang mencintai kita.
Tidak salah jika kita mencontoh apa yang dilakukan orang yang sudah sukses di SNM-PTN sebelumnya....

-Miliki kemauan yang kuat
-
Lakukan perubahan besar terhadap gaya belajar
-
Memiliki mental yang positif
-
Kenali Hal-hal yang berkaitan dengan cita-cita
-
Dekatkan diri kepada Allah

Kemauan Yang Kuat
Ingatlah bahwa “Tidak ada kegagalan, kecuali tidak ada kemauan untuk mencoba.Tidak ada kegagalan kecuali kekalahan atas diri kita di dalam.Tidak ada tantangan yang berat, kecuali rumusan tujuan yang tidak kokoh”.
Peribahasa di atas menjelaskan kepada kita bahwa hanya dengan kemauan yang kuat akan timbul usaha yang sungguh-sungguh, dan dengan usha yang sebenar-benarnya cita-cita akan semakin mendekat kpada kita, akhirnya kesuksesan akan menjadi milik kita.
Satu lagi, buang jauh-jauh pikiran “Bagaimana kalau gagal nanti” tetapi berfikirlah “Bagaimana supaya kita sukses
cara efektif agar cita-citamu terwujud
1. Pastikan dalam fikiranmu satu cita-cita yang tinggi dan besar dan kamu harus mampu menggambarkannya secara detil dalam fikiranmu. Ingat peribahasa “orang yang hidup adalah orang yang masih punya cita-cita dan harapan”.
2. Berfikirlah, pengorbanan apa yang harus kamu lakukan agar cita-cita itu bisa dicapai
3. Deskripsikan pengorbananmu dalam bentuk langkah nyata step by step untuk mencapai cita-citamu
4. Tulis cita-citamu dan tempelkan di kamar agar setiap saat kamu dapat membacanya, sertakan kalimat-kalimat yang membuatmu semakin semangat mencapai cita-citamu
5. Jangan Bosan berdoa kapada Allah dan meminta kepada Orang tua, saudara dan teman untuk dapat mendoakanmu.

Perubahan Gaya Belajar
Gunakan gaya belajar yang sudah dilakukan oleh orang — orang sukses. Metode GLS sangat baik untuk kamu mencapai cara efektif dalam belajar.
1. Suasana Kondusif. Inti dari genius learning adalah strategi pembelajaran yang membangun dan mengembangkan lingkungan pembelajaran yang positif dan kondusif. Tanpa lingkungan yang mendukung, strategi apapun yang diterapkan akan sia-sia. Bebaskan kamu dari rasa takut dan tekanan psikologis. Hal ini biasanya dicirikan oleh adanya beban fikiran “bagaimana kalu nilai ulangan saya jelek, bagaimana kalau tidak lulus” dan sebagainya. Suasana belajar yang mendukung adalah pastikan kamu terbebas dari perasaan-perasaan tersebut dan jadikan belajar sebagai teman yang menyenangkan. Gunakan musik saat belajar dan jika kamu suntuk lakukan brain gym.
2. Hubungkan, sebelum kamu memulai belajar, coba kamu fikirkan terlebih dahulu materi apa yang telah kamu pelajari sebelumnya dan berkaitan dengan materi yang akan dipelajari.
3. Gambaran Besar. hal ini berfungsi sebagai perintah kepada pikiran untuk menciptakan folder yang nantinya akan diisi dengan informasi. Coba bayangkan jika kamu disuruh untuk menyusun puzzle tanpa diberikan terlebih dahulu gambar besarnya?. Dalam hal belajar gambaran besar ini dapat diwujudkan dalambentuk penyusunan sistematika atau flowchart materi yang akan dipelajari.
4. Tetapkan Tujuan. Ini merupakan tahap awal proses pembelajaran dimulai, targetkan hasil apa yang akan kamu peroleh setelah kamu belajar.
5. Pemasukan Informasi. Gunakan strategi pemasukan informasi yang unik dan menarik, jangan monoton, hanya dengan membaca tidak cukup untuk pemasukan informasi ke dalam otak dan membutuhkan waktu lama untuk mengerti. Pahami kecenderungan gaya belajar kamu, sehingga kamu akan dengan mudah menggunakan metode apa yang sesuai dengan gaya belajar kamu. Contoh jika kamu memiliki gaya belajar secara kinestetika, maka usahakan sambil belajar kamu gunakan alat tulis untuk membuat catatan-catatan penting yang merupakan inti dari materi yang kamu pelajari. Dan lain-lain.
6. Aktivasi. Proses ini adalah proses lanjutan untuk membawa kamu kepada satu tingkat pemahaman yang lebih dalam terhadap materi yang kamu pelajari. Cara termudah adalah setelah kamu mempelajari suatu materi, maka coba kamu sampaikan dan jelaskan materi tersebut kepada teman, atau kamu lakukan latihan pemecahan masalah atau kasus (soal) yang berkaitan dengan materi ayng kamu telah pelajari.
7. Demonstrasi. Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses pembelajaran kamu. Dengan cara memecahkan permasalahan yang sesuai dengan materi yang sudah kamu pelajari, apakah dapat dipecahkan dengan mudah, sedang atau susah, maka kamu akan dapat menyimpulkan sejauh mana kamu menguasai materi tersebut. Dapat juga kamu ketahui tingkat pemahaman kamu dengan cara mendemonstrasikan (mentransfer informasi) kepada orang lain terhadap apa yang sudah kamu terima ketika kamu belajar.

Memiliki mental yang positif
Hal ini sangat penting untuk menjadikan kegiatan belajar menjadi lebih efektif. Jika dalam hati kamu masih ada perasaan “waktu masih panjang, bosan belajar melulu, jenuh dengan pelajaran”, maka pertanda bahwa kamu belum memiliki mental baja untuk mengalahkan itu semua. Tanamkan satu prinsip bahwa dalam menempuh jalan kesuksesan yang harus kamu kalahkan adalah bukan orang lain, melainkan diri kamu sendiri. Kalahkan sifat malasmu, sifat angkuhmu, sifat mengandalkan orang lain, tidak punya cita-cita terarah dll. Ketika kamu sudah dapat mengendalikan dirimu untuk berbuat yang sesuai dan mendukung cita-citamu, maka yakinlah kesuksesan akan kamu raih dengan mudah.

Kenali Hal-hal yang berkaitan dengan cita-cita

Jika kamu ingin jadi dokter, langkah apa yang harus kamu lakukan, tahap-tahap apa saja yang harus kamu lewati. Buatlah daftar tahap-tahap tersebut dan lalui dengan semangat membara.

Dekatkan diri Kepada Allah
Tidak satupun makhluk di dunia ini yang mengetahui tentang apa yang akan terjadi esok. Untuk itu selama kita berusaha untuk mencapai cita-cita, jangan lupa senantiasa berdoa dan mendekatkan diri kepada-Nya agar tujuan kita mendapatkan ridho-Nya. Aamin.

(dikutip dari suatu sumber,tapi lupa apa... he..)