Rabu, Desember 26, 2007

Katak dan Angsa

Suatu hari, ada dua ekor angsa yang sedang bersiap-siap untuk terbang ke arah timur untuk melakukan migrasi tahunan. Ketika itu, seekor katak yang penuh semangat menghadapi hidup, meminta tolong untuk diajak bermigrasi.

Karena kebaikannya kedua angsa ini tidak keberatan jika si katak ikut dalam migrasi mereka. Namun, mereka bertanya-tanya, bagaimana cara membawa katak ini?

Katak yang penuh semnagat hidup ini akhirnya mendapatkan ide kreatif. Ia mengambil sebuah akar rumput panjang yang kuat, kemudian meminta kedua angsa tersebut untuk memegangi kedua ujungnya dan membawanya terbang. Sementara, si katak bergelantungan di tengah-tengahnya dengan menggunakan mulutnya.

Perilaku kedua ekor angsa dan seekor katak ini sangat luar biasa. Mereka terbang, terbang semakin tinggi. Beberapa hewan lain melihatnya dari bawah dengan penuh kekaguman. Kemudian, salah satu diantara mereka berteriak “ siapa yang pandai dan memiliki ide luar biasa ini?”

Ketika katak mendengar teriakan itu, ia menjadi sombong, kemudian membuka mulutnya dan berteriak “Aku!!!” kontan si katakpun terjatuh berkeping-keping.

Itulah gambaran dari kehidupan ini. Begitu banyak kreativitas yang kita miliki dan kita hasilkan, namun semua itu justru menghancurkan kita, karena kita karena kita tidak tahan menerima pujian-pujian, sehingga lupa kan tujuan hidup kita yang sebenarnya. Berhati-hatilah dengan kepandaian dan kreativitas kita, karena jika salah justru akan menjadi bumerang bagi kita. Nggak mau kan bernasib sepert katak yang tadi...

Dikutip dari “Matinya Kreativitas” dalam buku Hidup Untuk Hidup, Masrukhul Amri. Dar!Mizan. Bandung. 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar